News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Program Insentif Guru Ngaji dan Madin Diajukan Kembali, Tahun Ini Hanya Sembilan Bulan

Abdul Basri • Senin, 4 Desember 2023 | 12:58 WIB
MENDIDIK SEPENUH HATI: Guru Madin At-Tohir Nur Azizah mengejar santrinya, Senin (11/9). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
MENDIDIK SEPENUH HATI: Guru Madin At-Tohir Nur Azizah mengejar santrinya, Senin (11/9). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan tetap komitmen untuk mendorong program insentif bagi para guru ngaji dan guru madrasah diniah (madin), meskipun sempat mengalami pemangkasan anggaran dalam perubahan APBD 2023.

Program ini pertama kali diterapkan sejak tahun 2018.

Muhammad Ya’kub, Kepala Dispendik Bangkalan, menjelaskan bahwa insentif bagi guru ngaji dan madin merupakan bagian dari janji politik yang diemban oleh mantan Bupati Abdul Latif Amin Imron dan Wakil Bupati Mohni.

Untuk tahun ini, program tersebut hanya akan berjalan selama sembilan bulan, namun pada APBD 2024, Dispendik berencana untuk mengalokasikan kembali anggaran untuk program tersebut.

Hal ini dikarenakan manfaat program tersebut telah dirasakan secara positif oleh para pahlawan tanpa tanda jasa. Ya’kub menyatakan, "Tahun depan kami akan usulkan kembali."

Jumlah guru ngaji dan madin penerima insentif pada tahun ini mencapai 9.342 orang.

Namun, pada tahun 2024, penerimaan insentif ini akan dievaluasi. "Kami akan mengusulkan siapa yang berhak menerima.

Jika anggarannya tidak mencukupi, kami akan melakukannya secara bertahap," tambahnya.

Adapun besaran insentif untuk program guru ngaji dan madin tahun ini adalah sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Sementara itu, untuk tahun depan, besaran insentif akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

Ya’kub menegaskan, "Nominal ini masih dalam proses analisis, disesuaikan dengan kondisi anggaran."

Dalam respons terhadap program ini, seorang guru di Yayasan Madrasah Nurus Syamsi Graha Mentari Zainuri mengungkapkan harapannya agar program insentif bagi guru ngaji dan madin dapat terus dilanjutkan.

Jika memang harus dihapus, ia berharap ada program serupa yang tetap memperhatikan kesejahteraan para guru madin.

"Paling tidak, ada program yang juga peduli pada kesejahteraan kami. Kami juga berkontribusi untuk mencetak karakter anak bangsa. Jangan dianaktirikanlah.

Kami juga menanamkan jiwa nasionalisme dan toleransi kepada anak didik," tegasnya. ***

Editor : Abdul Basri
#dinas pendidikan #program #guru ngaji #kepala dispendik #madin