PAMEKASAN, RadarBangkalan.id - Puluhan warga Desa Pesanggar dan Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memblokade ruas jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut pada Rabu (9/12).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes warga atas rusaknya jalan yang sudah berlangsung selama hampir 18 tahun dengan menanam pohon pisang.
Salah seorang warga, Mohammad Suhud, mengatakan, aksi protes dilakukan karena banyaknya pengendara yang jatuh karena jalan rusak.
Terutama di musim hujan seperti saat ini yang menyebabkan jalanan licin.
Baca Juga: Kisah Heroik Pesawat Tempur Belanda Ditembak Jatuh Tentara RI di Socah Bangkalan
"Sudah tidak layak sekali dan dilintasi pengendara, karena banyak yang rusak. Saat musim hujan, banyak genangan di jalan itu," kata Suhud.
Puluhan warga yang tergabung dari dua desa itu sepakat memblokade jalan dengan menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
Namun karena warga merasa belum puas, akhirnya melakukan aksi lanjutan.
"Yakni, memblokade jalan dengan cara menanam pohon pisang di jalan yang berlubang dan rusak," kata Suhud.
Baca Juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Kode Rahasia untuk Kunci Chat, Begini Cara Menggunakannya
Warga berharap aksi protes yang dilakukan mendapat respons Pemkab Pamekasan. Yaitu, dengan cara diperbaiki.
"Meskipun desa kami jauh di perkotaan, jangan ditinggal, harus diperhatikan. Jangan hanya di kota saja yang diperbaiki," kata Suhud.
Kades Pesanggar, Kecamatan Pegantenan, Moh. Romli mengaku tidak dapat berbuat banyak dengan kondisi jalan yang rusak. Sebab, ruas jalan itu menjadi kewenangan Pemkab Pamekasan.
Namun yang pasti, sejak dirinya menjadi Kades, ruas jalan itu tidak pernah diperbaiki.
Baca Juga: Suara Google Maps Tidak Keluar? Ini Solusi Cepat dan Praktisnya!
Penanaman pohon pisang dilakukan atas inisiatif warganya. Dia mengaku tidak tahu pasti perihal aksi protes yang dilakukan warganya tersebut.
Sebab, tidak ada pemberitahuan yang disampaikan kepada dirinya.
"Besok (hari ini, Red) 10 Desember dari dinas terkait akan rembuk untuk mencarikan solusi terkait jalan itu," kata Romli.
Baca Juga: iPhone Tanpa Poni? Apple Garap Kamera Selfie Bawah Layar
Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah merespons aksi protes warga tersebut.
Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Muh. Iksan, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan jalan tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, dan akan segera melakukan perbaikan," kata Iksan.
Iksan mengatakan, perbaikan jalan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pihaknya akan melakukan perbaikan jalan yang rusak parah. Kemudian, pada tahap selanjutnya, akan dilakukan perbaikan jalan secara keseluruhan.
"Kami akan upayakan perbaikan jalan tersebut dapat selesai dalam waktu dekat," kata Iksan. ***
Editor : Abdul Basri