News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Komisi D DPRD Bangkalan Sidak Ketersediaan Obat ODGJ, Dinkes dan Puskesmas Auto Panik

Abdul Basri • Sabtu, 16 Desember 2023 | 04:31 WIB

 

RESPONSIF: Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan bersama anggotanya, Subaidi, melakukan sidak di gedung penyimpanan obat dinkes.
RESPONSIF: Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan bersama anggotanya, Subaidi, melakukan sidak di gedung penyimpanan obat dinkes.
 

 

RadarBangkalan.id - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat penyimpanan obat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Selasa (12/12).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan obat, khususnya obat bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, sidak tersebut dilakukan menyusul informasi adanya kekurangan obat ODGJ di puskesmas.

Baca Juga: RSUD Syamrabu Bangkalan Buka Layanan Kateterisasi Jantung Pertama di Madura

"Kami ingin memastikan apakah obat bagi ODGJ itu ada atau tidak, atau ada tetapi belum didistribusikan," kata Nur Hasan.

Hasil pantauan di lokasi, ketersediaan obat bagi ODGJ cukup banyak. Bahkan, Dinkes Bangkalan juga telah mendapat tambahan obat dari Dinkes Jawa Timur.

"Kami berharap, obat itu segera didistribusikan kepada ODGJ melalui puskesmas," ujar Nur Hasan.

Nur Hasan juga meminta Dinkes Bangkalan untuk menyiapkan perencanaan obat bagi ODGJ secara matang. Dia juga meminta pengelolaan obat dilakukan secara profesional dan prosedural.

Baca Juga: Bangkalan Terkini: Kerja Terlalu Keras Pemkab Bangkalan dan Tantangan Pengembalian Aset dari Mantan Pejabat

"Pastikan stok obat selalu aman dan tidak ada penyimpangan apa pun tentang obat," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bangkalan Nur Hotibah membantah terjadinya kekurangan obat ODGJ. Menurut dia, yang terjadi hanya miskomunikasi.

"Yang satu bilang ada, tetapi yang lain bilang tidak ada. Akhirnya, kami minta 22 Kapus beserta Plt segera mengajukan ke dinkes," imbuhnya.

Miskomunikasi dimaksud, dalam pengajuan obat bagi ODGJ, puskesmas tidak melakukan secara langsung ke bagian gudang. Sementara obat ODGJ disimpan secara khusus dan penggunaannya diperketat.

Baca Juga: 16 Kendaraan Mobil Dinas Mantan Pejabat di Bangkalan Belum Dikembalikan

Nur Hotibah menyatakan, penyediaan obat bagi ODGJ melalui dua skema. Yakni, pengadaan melalui APBD dan mendapat dukungan obat dari Dinkes Jatim.

"Untuk yang 2024 sudah kami siapkan perencanaan dan dipastikan aman," katanya.

Berdasarkan data Dinkes Bangkalan, jumlah ODGJ di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan mencapai 1.560 orang. Mereka dalam penanganan 22 puskesmas di seluruh kabupaten.

Berikut adalah jumlah ODGJ di masing-masing puskesmas:


***

Editor : Abdul Basri
#Komisi D DPRD #obat #odgj #bangkalan #sidak