News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mahfud MD, Putra Terbaik Madura, dan Harapan Besar Pemuda Pamekasan

Abdul Basri • Kamis, 28 Desember 2023 | 12:58 WIB
Dari kiri, Fazaraul F memandu diskusi yang menghadirkan Koordinator Sahabat Mahfud Pamekasan Hepni Sugianto, Sahabat Mahfud Milenial Fadal Habibi, dan Sekretaris Sahabat Mahfud Imam S. Arizal.
Dari kiri, Fazaraul F memandu diskusi yang menghadirkan Koordinator Sahabat Mahfud Pamekasan Hepni Sugianto, Sahabat Mahfud Milenial Fadal Habibi, dan Sekretaris Sahabat Mahfud Imam S. Arizal.

RadarBangkalan.id - Tanggal 25 Desember lalu, atmosfer politik di Pulau Madura, khususnya di Pamekasan, semakin memanas seiring dengan pencalonan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Pemuda di daerah tersebut menunjukkan antusiasme tinggi, merasa bangga, dan menaruh harapan besar terhadap tokoh asal Pulau Garam tersebut.

Sebuah diskusi yang mengangkat tema "Dari Madura untuk Indonesia" menjadi ajang bagi Koordinator Sahabat Mahfud Pamekasan, Hepni Sugianto, untuk mengungkapkan sentimen positif masyarakat terhadap Mahfud MD.

Dalam diskusi tersebut, biografi dan gagasan politik Mahfud MD diulas dengan cermat, memaparkan perjalanan hidupnya mulai dari karier sebagai seorang akademisi, keterlibatannya dalam pemerintahan, hingga perannya dalam birokrasi.

Hepni menegaskan bahwa Mahfud MD bukan sekadar figur biasa, melainkan sosok penting dan luar biasa.

Ia menyampaikan kebanggaan karena, dalam sejarah Indonesia, Mahfud MD menjadi putra daerah pertama yang mendapat kepercayaan besar untuk memimpin bangsa.

Ini menandakan bahwa sumber daya manusia (SDM) dari Madura memiliki potensi besar yang tidak boleh diabaikan.

"Pak Mahfud dengan karakteristiknya yang khas sangat mewakili identitas orang-orang Madura," ujar Hepni, mempertegas bahwa Mahfud MD tidak hanya dianggap sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai perwakilan dari keberagaman budaya Madura.

Hepni menyampaikan pemahamannya tentang integritas Mahfud MD di dalam pemerintahan, mengklaim bahwa masyarakat sudah mengenal gaya politiknya sejak masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, ketika Mahfud MD diangkat sebagai menteri pertahanan.

Dalam pandangannya, Mahfud MD memiliki pengalaman yang kompleks dalam berbagai lapisan pemerintahan, termasuk eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

"Beliau tidak neko-neko," ungkap Hepni, mencirikan bahwa Mahfud MD dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

Menyinggung gagasan politik Mahfud MD, Hepni menjelaskan bahwa ide-ide tersebut merupakan elaborasi dari kekuatan penegakan hukum dan tata pemerintahan yang baik.

Dalam konteks Indonesia yang masih berjuang mengatasi masifnya korupsi, Mahfud MD dianggap sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dengan landasan hukum yang kuat.

"Kebijakan negara, jika tidak didorong dengan kekuatan hukum yang kuat, rasanya sulit menyejahterakan masyarakatnya.

Potensi itu ada dalam diri Pak Mahfud," tegas Hepni, menyoroti pentingnya peran Mahfud MD dalam memperkuat sistem hukum dan tata pemerintahan di Indonesia.

Sebagai putra terbaik Madura, kontribusi Mahfud MD terhadap daerahnya juga tidak dapat dipandang sebelah mata.

Hepni menyoroti peran Mahfud MD dalam perubahan nomenklatur Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan pembangunan Pasar Kolpajung di Pamekasan.

Dua inisiatif tersebut, menurut Hepni, mencerminkan perhatian besar Mahfud MD terhadap kesejahteraan masyarakat Madura.

"Contoh terbaru ini membuktikan sejauh mana perhatian beliau pada daerahnya sendiri," tandasnya, menggambarkan bahwa Mahfud MD tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Madura.

Dengan pencalonan Mahfud MD sebagai cawapres, harapan dan keyakinan pemuda Madura, khususnya di Pamekasan, semakin bertumbuh.

Mereka melihat Mahfud MD sebagai pemimpin yang dapat membawa perubahan positif bagi bangsa dan daerahnya, menggambarkan komitmen nyata untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. ***

Editor : Abdul Basri
#madura #pamekasan #mahfud md #pemuda