News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pesona Mistis Gunung Kawi: Tempat Pemujaan dan Pesugihan?

Ubaidillah • Jumat, 29 Desember 2023 | 13:07 WIB
Inilah gunung Kawi yang konon katanya dipotret Kartono dari udara. (Foto : @HaloMalang)
Inilah gunung Kawi yang konon katanya dipotret Kartono dari udara. (Foto : @HaloMalang)

RadarBangkalan.id - Gunung Kawi, yang terletak di sebelah barat daya Kabupaten Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar, bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang menakjubkan dengan keindahan alam dan nilai-nilai budaya lokalnya.

Konon, gunung berapi yang sudah tidak aktif ini juga menjadi tempat yang sarat dengan misteri dan kegiatan spiritual, terutama terkait dengan pesugihan.

Dalam mitos yang berkembang, Gunung Kawi sering dikaitkan dengan ritual pesugihan yang konon dilakukan secara berkala, terutama pada Jumat Legi.

Pada hari tersebut, pesarean di Gunung Kawi menjadi saksi dari kegiatan ritual yang dipercayai memiliki keterkaitan erat dengan spiritualitas dan dunia gaib.

Menurut kepercayaan, ritual ini sering dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari pemakaman Eyang Jugo pada Jumat Legi dan peringatan wafatnya Eyang Sujo setiap 12 Suro.

Proses pesugihan Gunung Kawi diyakini dilakukan dengan cara sederhana namun sarat makna mistis.

Para peziarah yang ingin memohon pesugihan diwajibkan untuk menjalani tapabrata selama tiga hari di bawah pohon keramat, yaitu pohon dewandaru.

Sebelum memulai ritual, mereka juga diwajibkan untuk mandi suci yang dipimpin oleh seorang juru kunci setempat.

Saat tahap penyucian ini, pelaku pesugihan diharuskan melakukan kontrak mati dengan penguasa gaib Gunung Kawi.

Uniknya, setiap orang yang mengajukan pesugihan di Gunung Kawi diharuskan memberikan tumbal nyawa setiap tahunnya sebagai syarat untuk melanggengkan kekayaannya.

Lebih mengerikan lagi, tumbal yang diminta adalah kerabat dengan hubungan darah.

Setelah melalui serangkaian ritual, daun pohon dewandaru akan jatuh, dan pelaku pesugihan diwajibkan menyimpan daun tersebut seumur hidup.

Menurut mitos yang beredar, daun dewandaru diyakini memiliki kekuatan untuk memberikan rezeki dan uang gaib setiap hari.

Gunung Kawi juga menyimpan kisah sejarah dan kearifan lokal yang menarik. Berjarak sekitar 30 menit dari makam Eyang Jugo dan Eyang Sujono, terdapat keraton yang dulunya milik Prabu Sri Kameswara, seorang pangeran dari Kerajaan Kediri yang beragama Hindu.

Konon, setelah sang prabu menyelesaikan bertapa di tempat itu, ia berhasil menyelesaikan permasalahan politik di kerajaannya.

Kini, Petilasan Prabu Sri Kameswara yang berada di ketinggian 700 meter digunakan sebagai tempat pemujaan dan praktik pesugihan.

Di kawasan Gunung Kawi, terdapat Rumah Padepokan Eyang Jugo yang memiliki koneksi dengan pesugihan Gunung Kawi.

Rumah padepokan ini memiliki berbagai peninggalan bersejarah yang dikeramatkan, seperti bantal dan guling berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka dari masa perang Diponegoro.

Selain itu, di area pesugihan Gunung Kawi, terdapat kendi berisi air bertuah yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan dianggap sebagai tetesan dari sumur zam-zam.

Meskipun sering dikaitkan dengan praktik pesugihan, Gunung Kawi tetap menyimpan keindahan alamnya dan menarik banyak pendaki untuk menelusuri pemandangannya yang memukau.

Selain mistis, gunung ini juga mengandung kearifan lokal dan nilai kebudayaan yang patut dihargai. ***

Editor : Ubaidillah
#gunung kawi #mistis #pesugihan