News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Waspadalah! Gegerkan Warga, Sumur Bor di Kadur Pamekasan Semburkan Air Berisi Gas

Abdul Basri • Jumat, 29 Desember 2023 | 13:57 WIB

 

BAHAYA: Warga berada di sekitar semburan air sumur bor di Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
BAHAYA: Warga berada di sekitar semburan air sumur bor di Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

RadarBangkalan.id – Warga Desa/Kecamatan Kadur Pamekasan dihebohkan dengan peristiwa semburan air di lokasi pengeboran sumur milik warga pada Rabu (27/12) malam.

Sebab, semburan air dinilai mengandung gas oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Pengeboran sumur milik Junaidi dilakukan 15 hari sebelumnya. Di hari ke-12, pengeboran dihentikan selama tiga hari.

Lalu, mesin bor yang tertanam diangkat dan dibersihkan. Tempat pengeboran itu diuji coba menggunakan mesin sibel selama lima menit.

Akhirnya, air pun keluar. Lima menit berikutnya, mesin sibel yang dipasang tiba-tiba mati.

Tidak lama kemudian, sumur baru itu menyemburkan air. ”Mesin sibel sampai terlempar dibawa tekanan air yang sangat kuat itu,” tutur Junaidi.

Pengeboran dilakukan di lahan dengan luas 50x10 meter persegi itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar.

Sebab, Desa/Kecamatan Kadur mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Menurut Junaidi, tidak ada yang aneh saat proses awal pengeboran dilakukan.

Pihaknya baru menyadari adanya keanehan setelah proses pengeboran dilakukan dengan kedalaman 125 meter.

Saat itu air yang keluar bercampur pasir yang sangat dingin.

Sementara di kedalaman 50 meter terdengar bunyi debit air yang cukup besar.

”Kalau seperti itu, menurut kami, sumber airnya banyak, jadi kita senang. Tapi, ketika di kedalaman 141 meter, ternyata hal aneh terjadi,” imbuhnya.

Rasa air tidak asin, namun agak licin. Tetapi, tidak ada aroma gas.

Sehingga, pihaknya yakin air yang menyembur tersebut tidak mengandung gas.

”Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk hal ini. Bukan karena apa, kami khawatir kandungan air atau udaranya ada yang membahayakan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Terpisah, Staf Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jatim Gabriel Listyawan menyampaikan, kualitas air masih normal dan aman digunakan untuk mandi cuci kakus (MCK).

Namun yang harus diwaspadai, yaitu kandungan gas di air tersebut cukup banyak. Sehingga, masyarakat harus waspada dan menjauhi lokasi sumur bor tersebut.

”Warga harus menjauh dulu sampai intensitas gasnya habis atau turun,” katanya.

Gabriel menilai, gas yang tercampur di air yang menyembur tidak terlalu pekat.

Sehingga, pihaknya merekomendasikan lokasi pengeboran harus dijauhi dengan tenggang waktu dua sampai tiga minggu.

”Normalnya di waktu itu kandungan gas sudah turun,” tukasnya. (ail/jup)

 

Editor : Abdul Basri
#sumur #pamekasan #gas #Kadur #BOR