News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dibalik Ledakan Misterius: Kapolda Jatim Buka Tabir Tragedi di Bangkalan

Raditya Mubdi • Sabtu, 30 Desember 2023 | 02:32 WIB
Ledakan Mortir di Desa Kamal, Pihak Berwajib Mengamankan Puing Diduga Mortir (Foto : Radar Bangkalan)
Ledakan Mortir di Desa Kamal, Pihak Berwajib Mengamankan Puing Diduga Mortir (Foto : Radar Bangkalan)

RadarBangkalan.id - Sebuah ledakan mengejutkan menghantam kawasan Desa Banyu Ajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, mengubah suasana pagi menjadi penuh ketegangan.

Ledakan yang mengguncang wilayah Bangkalan tersebut di Jumat pagi pukul 08.30 WIB, menelan satu korban jiwa dan mengakibatkan lima orang lainnya terluka parah.

Dari balik meja konferensi di Surabaya, Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Imam Sugianto, mengupas satu per satu detik-detik mencekam yang terjadi.

Informasi awal mengarah pada dugaan ledakan berasal dari mortir atau peluru kendali yang misterius. Salah satu warga, Gugus (55), harus merelakan nyawanya dalam tragedi tersebut.

"Pemilik bengkel tengah sibuk dengan aktivitasnya menggergaji besi bekas yang tak disangka mengandung mortir.

Kejutan datang ketika asap dari besi tersebut memicu ledakan mendadak," kata Kapolda Sugianto, memberikan ilustrasi kronologis.

Mortir yang menjadi pusat perhatian memiliki ciri khas yang unik, dengan bentuk yang menyerupai mentimun. Kapolda menegaskan, "Keberadaan mortir semacam ini bukanlah mainan. Ancaman ledakan kapan saja bisa terjadi. Masyarakat harus waspada."

Namun, cerita di balik ledakan ini semakin kompleks. Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Dirmanto, mengungkap latar belakang lain dari kejadian tersebut.

"Ledakan bermula dari penampungan rongsokan milik Hori. Api yang cepat merembet mengakibatkan sejumlah rumah di sekitarnya terbakar," ungkap Dirmanto, memberikan dimensi baru dari tragedi ini.

Sementara itu, lima warga lainnya yang terlibat dalam insiden ini juga mengalami nasib tragis:

1. Suryanto (46), penduduk setempat.
2. Riska (17), dari Perumahan Cendana.
3. Ika (35), warga Dusun Baru, Desa Kamal.
4. Endang, juga dari Perumahan Cendana.
5. Siti Hamamah (36), dari Dusun Kampung Baru.

Upaya untuk mengungkap misteri di balik ledakan ini sedang digiatkan. "Keamanan masyarakat adalah prioritas kami.

Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang," ujar Kapolda Sugianto, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dan saling mendukung.

Sebagai refleksi, tragedi di Desa Banyu Ajuh menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kehati-hatian dan kesadaran kolektif.

Di balik setiap insiden, ada banyak pelajaran yang dapat diambil untuk memastikan keselamatan bersama.***

Editor : Raditya Mubdi
#kapolda #bangkalan #ledakan