RadarBangkalan.id - Kebakaran terjadi di Paduppa Resort, Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga karyawan menjadi korban.
Dua karyawan dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka bakar.
Baca Juga: Kebakaran Paduppa Resort Bira, Dua Karyawan Tewas Terjebak Api
“Total korban meninggal dunia ada 2 orang,” kata Kepala UPT Bira Dinas Pariwisata Bulukumba, A Mustamar, Rabu (4/3/2026).
Identitas Korban
Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Fikal dan Muhlis.
Korban pertama ditemukan di toilet dalam kondisi tengkurap pada sore hari setelah kebakaran berhasil dipadamkan. Sementara Muhlis ditemukan pada larut malam dalam keadaan tertimbun tegel di area toilet.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Entry-Level Terbaru Apple
Selain dua korban meninggal, satu karyawan lainnya mengalami luka bakar dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan keterangan awal, sumber api pertama kali muncul dari plafon salah satu kamar. Percikan api terlihat turun dari bagian atas plafon ke dalam ruangan.
Setelah itu, api dengan cepat menyebar ke kamar-kamar lainnya.
“Atap-atap kamar cepat terbakar dan berpindah satu kamar ke kamar lain karena atapnya mudah terbakar,” ujar A Mustamar.
Baca Juga: IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Ungkap Dampak Eskalasi Konflik Timur Tengah
Api merambat cepat karena setiap kamar berbahan dasar alang-alang dan beratap rumbia. Material tersebut dikenal mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran kobaran api.
Dalam waktu kurang dari 30 menit, seluruh cottage di kawasan resort hangus terbakar dan berubah menjadi arang.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Paduppa Resort masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan faktor pemicu kejadian tersebut.
Baca Juga: Liverpool Tumbang 1-2 dari Wolves, Mohamed Salah Sempat Samakan Skor
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan bangunan wisata berbahan mudah terbakar di kawasan pesisir.
Editor : Ubaidillah