RadarBangkalan.id - Pasca pergantian tahun baru, dunia pasar di Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, mengalami perubahan signifikan, khususnya pada harga bumbu dapur yang naik tajam.
Menyusul informasi dari Radar Mojokerto (JawaPos Group) pada awal tahun baru ini, harga beberapa komoditas bumbu dapur kini berada di angka yang mengkhawatirkan bagi masyarakat.
Jahe, bawang merah, dan bawang putih menjadi tiga bumbu dapur yang paling mencuri perhatian di tahun baru.
Dari data yang diterima, kenaikan harga mencapai puncak tertingginya hingga Rp 34 ribu per kilogram untuk beberapa komoditas di Pasar Tanjung Anyar.
Terutama bawang merah yang kini diperdagangkan dengan harga mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Ninik, seorang pedagang di Pasar Tanjung Anyar, mengungkapkan bahwa harga bawang merah telah mengalami kenaikan signifikan selama seminggu terakhir.
"Kenaikan harga bawang merah ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari gudang serta meningkatnya kebutuhan konsumen," paparnya kepada Radar Mojokerto.
Perayaan malam pergantian tahun diakhir Desember lalu menjadi titik awal munculnya gejolak harga.
Saat itu, bawang merah mencapai harga Rp 25 ribu per kilogram, sementara bawang putih berada di kisaran Rp 32 ribu per kilogram.
Adapun jahe, yang biasanya menjadi primadona di musim penghujan, mengalami lonjakan harga menjadi Rp 32 ribu per kilogram, dengan kenaikan sekitar Rp 12 ribu.
"Jahe banyak dicari untuk keperluan jamu di musim hujan dan akhir tahun," tambah seorang pedagang lainnya.
Kenaikan ini tentu saja memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Khusnul Khotimah, seorang pembeli di Pasar Tanjung Anyar, menyatakan keprihatinannya.
"Saya berharap harga bumbu dapur ini segera stabil. Kenaikan harga bumbu dapur ini berpotensi mempengaruhi harga komoditas pangan lainnya," ungkapnya.
Kondisi seperti ini tentu membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait, baik dari produsen, distributor, hingga pemerintah.
Peningkatan harga yang tak terkendali dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga upaya-upaya perbaikan dan stabilisasi harga harus segera dilakukan untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas.***
Editor : Raditya Mubdi