RadarBangkalan.id - Aparat Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, dengan cepat dan tanggap menangani temuan dua jenazah yang ditemukan di sebuah selter anjing di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Kejadian ini terbongkar setelah warga melaporkan adanya bau tidak sedap di sekitar tempat tersebut kepada pihak berwajib.
Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Hendro Utaryo, memberikan penjelasan terinci terkait kasus ini. Menurutnya, kasus ini terungkap berdasarkan laporan warga yang resah dengan bau tak sedap di sekitar selter tersebut. Petugas yang diterjunkan ke lokasi menemukan dua jenazah dalam kondisi yang sudah mulai membusuk.
Baca Juga : Resmi! Gaji PNS Naik 8% dan Gaji Pensiun Naik 12% Mulai Januari 2024
Saat ditemukan, kondisinya sudah membusuk, kemungkinan lebih dari tiga hari. Saat ini, jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kata Hendro Utaryo, seperti yang dilansir dari Antara di Blitar pada Senin malam, 1 Januari.
Baca Juga : Diduga Prewedding, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Jadi Perhatian Warganet
Penyebab pasti kematian korban, termasuk dugaan pembunuhan, masih belum dapat dipastikan oleh pihak kepolisian. Adanya bercak darah di sekitar tubuh korban menjadi salah satu indikasi yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah akan menjalani otopsi oleh dokter forensik guna menentukan penyebab kematian secara lebih akurat.
Baca Juga : Ambisi dan Harapan Menuju Chile! Indonesia Masuk Piala Dunia U-20 Jadi target Pemain Muda Iqbal Gwijangge
Tadi ada bercak darah sedikit. Dokter forensik yang bisa memastikan penyebabnya. Kalau dugaan ada dugaan tidak wajar, tapi kami belum bisa memastikan dan masih dalami lebih lanjut, ujar Hendro Utaryo.
Ketua RW setempat, Siswanto, mengungkapkan bahwa awalnya warga merasa resah dengan bau tak sedap yang berasal dari tempat tersebut. Dia dengan nekat melakukan investigasi sendiri dan menemukan mayat di dalam selter anjing tersebut.
Baca Juga : INDEF : Satu Putaran Pemilu akan Meningkatkan Tren Positif Laju Investasi
Saya ke lokasi dan setelah investigasi ada mayat. Ternyata di dalamnya ada mayat lain juga, tutur Siswanto.
Identitas korban yang meninggal, Erlin (47 tahun), diketahui oleh warga sekitar. Erlin tinggal bersama dengan seorang pembantu yang namanya hingga kini belum terungkap. Proses evakuasi jenazah terkendala karena pintu selter dikunci. Petugas akhirnya membuka paksa pintu tersebut dan berhasil masuk ke dalam rumah korban.
Baca Juga : Deklarasi Pemilu Damai dapat Memelihara Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Di dalam rumah tersebut, petugas menemui sejumlah tantangan, termasuk adanya puluhan ekor anjing. Beberapa di antaranya dikandangkan, namun ada yang berkeliaran bebas. Untuk memudahkan proses evakuasi, petugas menggunakan tongkat panjang untuk menghalau anjing-anjing tersebut.
Baca Juga : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Memeriahkan Kegiatan Bakti Kesehatan dan Sosial Serta Meresmikan 7 Gedung Baru di Polda Jawa Timur
Jenazah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Otopsi akan dilakukan dengan melibatkan tim dari RS Bhayangkara Kediri untuk menentukan penyebab kematian korban secara lebih mendalam. Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab sebenarnya di balik tragedi ini.