RadarBangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kembali mengucurkan anggaran program pekarangan pangan lestari (P2L) di tahun anggaran 2024.
Dana yang disiapkan bahkan lebih banyak dibandingkan 2023.
Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan Yanti Kurnianingsih menyatakan, kelompok tani (poktan) yang akan menjadi penerima program P2L sudah disiapkan.
Namun, saat ini masih dalam proses penyusunan surat keputusan (SK).
Lokasi pemanfaatan lahan pekarangan di tahun anggaran 2024 bertambah.
Yakni, ada di sepuluh lokasi. Sedangkan di tahun anggaran 2023 program P2L hanya direalisasikan di dua lokasi dengan dana Rp 100 juta.
”Tahun ini meningkat karena sasarannya pada lokus stunting,” ucapnya.
Dana yang digelontorkan pemerintah untuk program P2L tahun ini Rp 500 juta.
Sumbernya berasal dari dana alokasi khusus (DAK).
Satu lokasi sasaran program P2L akan mendapatkan dana Rp 50 juta yang ditransfer langsung ke rekening poktan.
Baca Juga: BLT Gempa Sumedang! Pemerintah Siapkan Rp 500 Ribu Per Bulan untuk Korban Gempa
Pemanfaatannya untuk pembangunan rumah bibit, demplot, pengairan, dan lain-lain. ”Nanti untuk penggunaanya seperti apa itu ada juknisnya.
Misalnya ada pembangunan rumah bibit, rumah demplot yang sudah dilengkapi pengairannya,” tambahnya.
Program P2L bertujuan mempercepat program penurunan angka stunting.
Yaitu, melalui konsumsi sayuran yang dibudi daya menggunakan pupuk organik dan tanpa bahan kimia.
”Pemanfaatan karang lestari ini untuk penanaman menggunakan cara alami atau organik. Tidak seperti sayuran dari luar yang sudah banyak bahan kimianya,”sambungnya.
SK program P2L akan turun di triwulan kedua. Maka, saat ini pihaknya memastikan lahan yang diajukan tidak bermasalah.
Dengan begitu, tidak menimbulkan persoalan saat lembaganya melakukan pembinaan lima tahun ke depan.
”Saat pembangunan rumah bibit harus dipastikan pekarangan milik sendiri. Sehingga, pembinaan dan pemanfaatannya aman,” katanya. (ay/jup)
Editor : Abdul Basri