RadarBangkalan.id - Kejadian tragis terjadi di Kota Blitar ketika polisi menemukan dua jasad dengan identitas masih misterius. Dugaan kematian yang mencurigakan menggantung, dan pihak kepolisian bersama dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri telah bergabung untuk mengungkap misteri di balik peristiwa ini. Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Hendro Utaryo, memberikan keterangan di lokasi kejadian pada Senin (1/1/2024), menyebutkan bahwa identitas kedua korban masih dalam proses penyelidikan.
Besok, kami akan mendatangkan dokter forensik RS Bhayangkara Kediri untuk mengungkap penyebab kematian. Apakah terdapat indikasi kekerasan, atau kemungkinan lainnya seperti pembunuhan, semuanya akan kami dalami. Kami akan terus memberikan pembaruan seiring perkembangan investigasi ini, ujar Hendro.
Baca Juga : 240 Ribu Jiwa Diselamatkan Polisi dengan Menangkap Tiga Pengedar 30 KG Sabu dari Jaringan Malaysia
Hendro menjelaskan bahwa saat ditemukan, kedua jasad korban sudah dalam kondisi membusuk. Perkiraan awal menunjukkan bahwa mereka mungkin telah meninggal lebih dari tiga hari. Kondisi pembusukan menandakan kemungkinan kematian lebih dari tiga hari. Kami akan menyelidiki lebih lanjut, dan kedua jasad korban telah kami bawa ke kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, tambahnya.
Baca Juga : 2024! Kemeriahan Menyambut Tahun Baru di Berbagai Negara, Indonesia Termeriah dan Termegah?
Kondisi jasad yang sudah membusuk membuat polisi melihat adanya sedikit bercak darah. Oleh karena itu, Satreskrim Polres Blitar Kota berkoordinasi dengan dokter forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian. Dugaan kematian kedua korban mencurigakan, namun kami tidak dapat memastikan hingga hasil pemeriksaan dokter forensik selesai, tegas Hendro.
Baca Juga : Wow Rp 6,7 Triliun! BLT El Nino yang Sudah Disalurkan oleh Pemerintah
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi belum menemukan barang bukti seperti ponsel atau benda lainnya, karena lokasi rumah tersebut bercampur dengan tempat penitipan anjing dan kucing. Besok, kami berencana mengambil sidik jari di lokasi yang bercampur dengan tempat penitipan hewan, kata Hendro.
Satreskrim Polres Blitar Kota juga sedang mencari decoder rekaman kamera CCTV di rumah tersebut. Meskipun terdapat kamera CCTV di bagian depan dan belakang rumah, polisi belum berhasil menemukan decoder. Rekaman CCTV belum dapat kami periksa, karena decoder masih dalam pencarian, ungkapnya.
Baca Juga : Prosesi Pemakaman Jenazah Lukas Enembe Ricuh: Pj Gubernur, Brimob dan TNI Terluka
Mengenai status penitipan anjing dan kucing di rumah tersebut, Hendro menyatakan bahwa tidak ada laporan kepada RT dan RW. Tetangga banyak yang mengeluhkan soal penitipan hewan ini. Besok, kami akan mencari pawang anjing dan mengembalikan mereka kepada pemiliknya, karena seluruh hewan tersebut dimiliki oleh orang lain, ujarnya.
Hendro menambahkan bahwa informasi terakhir menyebutkan bahwa di rumah itu tinggal dua korban bersama seorang pembantu. Identifikasi kedua korban akan dicocokkan besok dengan hasil pemeriksaan dokter forensik, katanya.
Baca Juga : Tantangan Stabilitas Pasokan Daging Sapi di Jawa Timur Menjadi Sorotan Pedagang
Ketua RW 7 Kelurahan Karangtengah, Siswanto, menyampaikan informasi terakhir yang menyebutkan bahwa ada tiga penghuni di rumah tersebut, semuanya perempuan. Salah satunya adalah pemilik rumah bernama Ragil alias Erlin (47), bersama dua orang lain yang belum diketahui identitasnya. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap seluruh rincian kejadian ini.