BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Mayat seorang laki-laki ditemukan telungkup di area sungai di Jalan Raya Kini Balu, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (6/1).
Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan warga bernama Puji yang hendak memancing.
Puji mengaku hendak memancing bersama buah hatinya. Namun, pihaknya terkejut saat melihat kepala manusia. Dirinya langsung meminta pertolongan kepada warga.
”Rencananya mau mancing, tapi baru turun sedikit ada kepala manusia, tubuhnya tertutup dedaunan,” ucapnya.
Mayat itu ditemukan dalam keadaan telungkup. Sehingga, tubuh dari mayat itu tidak terlihat.
Awalnya, Puji mengira kepala mayat yang terlihat hanya boneka. Namun, setelah dilihat dari dekat, ternyata kepala manusia.
”Setelah melihat bagian kepalanya ada yang membusuk, saya yakin itu kepala manusia,” ujarnya.
Kapolsek Socah AKP Suharijanto menyampaikan penemuan mayat tanpa identitas itu terjadi sekitar pukul 10.30.
Pihaknya baru mengetahui adanya penemuan mayat tersebut setelah menerima informasi dari masyarakat.
”Tadi siang kami mendapatkan informasi ada penemuan mayat di Jalan Kini Balu,” ungkapnya kemarin.
Mayat itu kemudian dievakuasi ke RSUD Syamrabu untuk dilakukan visum. Pihaknya menduga, usia dari mayat yang ditemukan 30 tahun.
Baca Juga: Trend Terbaru Masyarakat Indonesia Ramai-ramai Soroti Mobil Tiongkok dengan Harga Terjangkau
Sedangkan identitas korban belum diketahui. ”Kami menunggu hasil visum dari RSUD Bangkalan,” paparnya.
Perwira dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu belum membeberkan secara detail apakah terdapat luka-luka pada tubuh mayat yang ditemukan. Pihaknya beralasan masih dalam proses penyelidikan.
Sedangkan di Kabupaten Sampang, penemuan mayat di perairan Pulau Mandangin, Kamis (4/1), mulai menemukan titik terang.
Polisi memastikan mayat yang ditemukan dengan keadaan kondisi tubuh yang sudah rusak tidak ada indikasi kekerasan.
Kasatpolairud Polres Sampang AKP Catur Rahardjo menyampaikan, polisi belum bisa mengidentifikasi jenazah tersebut.
Sebab, seluruh tubuh mayat berjenis kelamin laki-laki itu sudah hampir rusak.
”Diperkirakan jasad tersebut sudah berada di tengah laut lebih dari sepekan.
Berdasarkan visum, tidak ada unsur kekerasan pada tubuh yang bersangkutan,” ujarnya
Catur mengaku telah menginformasikan penemuan mayat tersebut di sejumlah sektor kepolisian.
Khususnya, di wilayah Madura. Hal ini untuk memudahkan proses identifikasi pada jenazah.
Humas RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Abd. Waris menyampaikan proses identifikasi mayat laki-laki yang ditemukan sudah rusak tersebut tidak mudah. Alasannya, sebagian tubuh jenazah sudah hancur.
”Sidik jari sudah tidak bisa. Sebab, kulitnya sudah tidak bisa diidentifikasi. Saat dievakuasi ke rumah sakit, kondisinya memang sudah seperti itu (membengkak dan hancur, Red),” katanya. (za/afg/jup)
Editor : Abdul Basri