RadarBangkalan.id - Pada Senin (8/1) kemarin, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menyelenggarakan sesi sosialisasi kepada para Juru Parkir (Jukir) terkait sistem pembayaran parkir melalui Quick Response Code (Qris) yang telah ditetapkan oleh Walikota Surabaya. Meskipun agenda ini seharusnya menjadi upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada para Jukir, namun, sebuah video yang menjadi viral di Instagram menunjukkan bahwa suasana sosialisasi tersebut berubah menjadi ricuh di Jalan Tunjungan.
Baca Juga : INDEF : Satu Putaran Pemilu akan Meningkatkan Tren Positif Laju Investasi
Menurut laporan dari akun Instagram Asli Suroboyo, dalam video tersebut terlihat para Jukir tampak tidak senang dan bahkan ada yang mengamuk saat Dishub melakukan sosialisasi. Sebelumnya, Walikota Eri Cahyadi telah meminta Dishub untuk mengevaluasi lokasi-lokasi parkir di Surabaya. Harapannya, evaluasi ini dapat mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir.
Baca Juga : BLT El Nino 2024 Masih Berlanjut: Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sangat Terbantu
Video yang merekam keributan saat sosialisasi Dishub kepada para Jukir ini telah menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terdengar seorang anggota Dishub mencoba menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah membantu para Jukir, bukan untuk memiskinkan mereka. "Saya tidak ada niat untuk memiskinkan Jukir, saya malah membantu bapak-bapak semua," ucap salah satu anggota Dishub.
Baca Juga : Ditengah Korupsi BTS! Presiden Jokowi Resmikan Ribuan BTS 4G dan Satelit Satria-1
Anggota Dishub juga mengungkapkan bahwa jumlah uang yang diberikan oleh para Jukir ternyata tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. Menanggapi kericuhan para Jukir, seorang perempuan berbaju biru menyatakan, "teori yang bagaimana, setorannya saja tidak sesuai, pak."
Dalam situasi yang cukup kacau, keberuntungan berpihak karena polisi hadir untuk mengamankan dan berusaha meredakan ketegangan antara kedua belah pihak. Di sisi lain, ada seorang Jukir yang diketahui tidak menerima kebijakan penggunaan Qris dan melampiaskan kemarahannya di pinggir jalan. Aksi amukannya dihadang oleh beberapa rekan Jukir yang berusaha menghindarkan agar tidak melampaui batas.
Baca Juga : Peningkatan Signifikan Jumlah Penerbangan hingga 17 Persen: Capaian AirNav Indonesia Sepanjang Tahun 2023 Mencapai 1,8 Juta
Jukir yang mengamuk tersebut mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan menggunakan bahasa Madura sambil menunjukkan ekspresi kemarahannya. Video tersebut dengan cepat menjadi viral, mencapai lebih dari 500 ribu penonton dalam waktu satu jam saja.
Banyak netizen yang mengekspresikan rasa terima kasih kepada Dishub karena telah menyampaikan perubahan kebijakannya. "Hore, terima kasih Dishub telah menyampaikan improvement (peningkatan pelayanan parkir) nya," ujar akun @andhika2578.
Baca Juga : KPU Merespons Somasi Roy Suryo Terkait Pernyataan KPU
Tidak sedikit netizen yang juga memberikan saran untuk melakukan sosialisasi serupa kepada Jukir Liar di titik-titik tertentu, seperti minimarket. "Indomaret, Alfamart, FamilyMart, Lawson juga (disosialisasi) dong Dishub, tulisan gratis parkir sebesar apa pun jadi enggak kelihatan sama orang-orang macam mereka buk, pak," tulis akun @aprilianipl.