News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

KA Pandalungan Anjloknya di Sidoarjo, Berikut Fakta Menarik Tentang KA Pandalungan dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Ubaidillah • Senin, 15 Januari 2024 | 02:11 WIB
KA Pandalungan Anjloknya di Sidoarjo, Berikut Fakta Menarik Tentang KA Pandalungan dengan Rute Terpanjang di Indonesia. (Foto : ANTARA/Umarul Faruq/foc/pri.)
KA Pandalungan Anjloknya di Sidoarjo, Berikut Fakta Menarik Tentang KA Pandalungan dengan Rute Terpanjang di Indonesia. (Foto : ANTARA/Umarul Faruq/foc/pri.)

RadarBangkalan.id - Hari ini, tepatnya pada Minggu (14/1/2024), KA Pandalungan yang menghubungkan Gambir-Surabaya-Jember mengalami insiden anjlok di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, memastikan bahwa beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun dampaknya dirasakan oleh tiga kereta api lainnya, yaitu KA Ranggajati, KA Logawa, dan KA Arjuno Ekspres.

Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar KA Pandalungan yang mengalami kejadian anjlok hari ini:

Baca Juga : Polres Bangkalan Selidiki Motif Insiden Carok Massal yang Menewaskan Empat Orang di Tanjung Bumi

  1. Rute Terpanjang di Indonesia : KA Pandalungan dikenal sebagai kereta api dengan rute terpanjang di Indonesia. Dengan jarak tempuh mencapai 919 kilometer, kereta ini melibas berbagai wilayah dari Gambir hingga Jember, membawa 8 gerbong kereta eksekutif. Sebelumnya, gelar rute terpanjang dipegang oleh KA Gajayana yang menempuh jarak 907 kilometer, seperti dilaporkan oleh Kompas.com pada tanggal 6 Juni 2023.

    Baca Juga : Tragedi Meninggalnya Sintiya Rustiyani, Siswa SMK Tamtama Karanganyar Tertimpa Baliho Caleg di Kebumen

  2. Asal Nama dari Subsuku Pandalungan : Nama KA Pandalungan diambil dari subsuku yang mendiami daerah Tapal Kuda di Jawa Timur, yaitu Pandalungan. Orang-orang dari subsuku Pandalungan umumnya bermukim di perkotaan, mengacu pada kawasan di wilayah pantai utara dan bagian timur Provinsi Jawa Timur. Saat ini, subsuku Pandalungan administratif berada di beberapa kabupaten, seperti Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang.

    Baca Juga : Pengungkapan Jaringan Pencurian Kendaraan di Gudang TNI Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Polisi Timor Leste

  3. Makna Kata "Pandhalungan" : Dari sumber yang sama, kata "pandhalungan" berasal dari bahasa Jawa, yaitu "pandhalungan". Akar kata "dhalung" memiliki arti periuk besar. Dalam konteks bahasa sehari-hari orang Pandalungan, "pandhalungan" merujuk pada berbicara atau berkata kasar tanpa sopan santun, menggunakan bahasa Jawa ngoko atau bahasa Jawa kasar.

  4. Perjalanan Panjang dan Banyak Berhenti : KA Pandalungan tidak hanya terkenal karena rutenya yang panjang, tetapi juga karena perjalanan yang memakan waktu lama. Dengan durasi perjalanan hingga 14 jam 40 menit, kereta ini berhenti di tidak kurang dari 20 stasiun selama perjalanan Gambir-Jember. Stasiun-stasiun yang dilewati mencakup sejumlah kota besar, seperti Cikarang, Tegal, Semarang, Surabaya, dan Jember, menjadi tulang punggung konektivitas kereta api di pulau Jawa.

    Baca Juga : 2 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka Carok Massal di Bangkalan, 2 Tersangka Sudah Diamankan

Kejadian anjloknya KA Pandalungan hari ini menunjukkan kompleksitas dan tantangan yang terkait dengan operasional kereta api, terutama yang menangani rute-rute panjang. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya keamanan dan perawatan yang optimal terhadap sarana transportasi umum seperti kereta api. Semoga perbaikan segera dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan bagi penumpang di masa mendatang.

Editor : Ubaidillah
#sidoarjo #KA Pandalungan #pt kai