News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Carok Massal Kakak Beradik Tak Terluka Melawan 10 Orang, Dari Mana Ilmu Silatnya?

Ubaidillah • Selasa, 16 Januari 2024 | 05:15 WIB
Tampang Hasan Tanjung dan Wardi yang menang carok vs 4 orang di Bangkalan, Madura. (kolase)
Tampang Hasan Tanjung dan Wardi yang menang carok vs 4 orang di Bangkalan, Madura. (kolase)

RadarBangkalan.id - Kakak Beradik sama sekali tidak terluka pada saat carok massal di Bangkalan, padahal mereka berdua melawan 10 Orang yang juga memiliki kemampuan untuk duel. Carok Masaal yang merenggut nyawa empat orang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, pada Jumat (12/1/2024) pukul 18.30 WIB tersebut menggegerkan masayarakat sekitar.

Keempat korban yang tewas adalah Mat Tanjar, Najehri, Mat Terdam, dan Hafid, sementara enam orang lainnya berhasil melarikan diri dari pertikaian tersebut.

Hasan Busri dan Moh Wardi telah diamankan oleh pihak berwajib dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Menurut keterangan polisi, peristiwa berawal ketika Hasan sedang dalam perjalanan menuju acara tahlil.

Saat berdiri di pinggir jalan, terjadi ketegangan antara Hasan dan sejumlah korban yang melintas dengan kecepatan tinggi menggunakan sepeda motor.

Usaha Hasan untuk menegur korban berujung pada pertikaian fisik, di mana ia bahkan dipukul oleh salah seorang korban dan dipegang oleh teman-temannya.

Baca Juga : KA Pandalungan Anjloknya di Sidoarjo, Berikut Fakta Menarik Tentang KA Pandalungan dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Hasan kemudian menceritakan kronologis peristiwa tersebut kepada polisi, yang berakhir dengan tantangan duel carok dari korban yang meminta Hasan mengambil senjata.

Hasan menerima tantangan tersebut dan pulang ke rumah, di mana ia bertemu dengan adiknya, Moh Wardi.

Setelah menjelaskan situasi kepada Moh Wardi, keduanya memutuskan untuk menghadapi tantangan tersebut.

Baca Juga : Kronologi Lengkap Kebrutalan Carok Massal Terungkap di Video Viral, Detik-Detik Tragis Carok Massal di Bangkalan

Sebelum berangkat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), Hasan meminta izin kepada ibunya, meskipun sang ibu sudah melarang.

Meski demikian, Hasan Busri bersikukuh karena merasa terpanggil oleh tantangan duel tersebut.

Kedua bersaudara ini kemudian berboncengan motor menuju TKP, di mana ketegangan semakin meningkat dan pertikaian fisik tak terelakkan.

Baca Juga : Tren Penurunan Saham Tesla: Implikasi dari Krisis di Laut Merah hingga Kebijakan Pemotongan Harga

Hasan dan adiknya tidak gentar menghadapi sepuluh orang lawan, meskipun lawan-lawannya terampil dalam seni bela diri silat.

Hasan sendiri memiliki kemampuan bela diri yang diperoleh dari pembelajaran di Kalimantan.

Meskipun kalah jumlah, mereka berhasil mengatasi lawan-lawannya, membuat lima orang masuk ke dalam arena duel menjadi tak berdaya.

Tiga di antaranya tewas di tempat, sedangkan satu orang lainnya meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Tanjung Buni.

Meskipun ada seorang lawan yang masih bertahan di arena duel, Hasan dengan keahliannya berhasil mengelak dan meminta lawan terakhirnya untuk melarikan diri.

Dengan patahnya celurit yang digunakan oleh Hasan selama duel, ia mengambil celurit milik lawan yang sudah tewas untuk melanjutkan pertarungan dengan lawan lainnya.

Baca Juga : Wabah Kekerasan Terus Menghantui Bangkalan, Skenario Kelam Carok Massal Belum Berakhir

Patahan gagang celurit yang digunakan oleh Hasan kini menjadi salah satu barang bukti dari peristiwa carok tersebut.

Menurut Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, motif dari peristiwa ini murni karena ketersinggungan.

Hasan dan Moh Wardi, kakak beradik yang terlibat dalam insiden ini, telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.

Editor : Ubaidillah
#carok #bangkalan