News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kapolda Kerahkan Tim Jatanras Polda Jatim untuk Jaga Kondusivitas Pasca Pertikaian dan Carok di Tanjungbumi

Abdul Basri • Selasa, 16 Januari 2024 | 06:21 WIB
MINTA KETERANGAN: Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya berdialog dengan Hasan Busri dan Mohammad Wardi di halaman mapolres. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
MINTA KETERANGAN: Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya berdialog dengan Hasan Busri dan Mohammad Wardi di halaman mapolres. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

Radarbangkalan.id - Kapolda Irjen Pol Imam mengambil langkah tegas untuk mencegah potensi bentrok susulan di Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dikerahkan untuk memberikan dukungan kepada Satreskrim Polres Bangkalan dalam menjaga kondusivitas wilayah pasca pengungkapan kasus carok dan pertikaian di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjungbumi.

Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengungkapkan bahwa aparat kepolisian telah meningkatkan penjagaan secara ketat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Dukungan personel dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim yang dipimpin oleh AKBP Arbaridi Jumhur juga turut membantu menjaga keamanan di sekitar lokasi dan titik-titik strategis lainnya.

"Pada saat ini, kondisi wilayah telah berhasil dijaga dengan baik dan terkendali.

Kita optimistis bahwa kondusivitas akan tetap terjaga, terlebih lagi, terduga pelaku telah berhasil diamankan," ujar AKBP Febri Isman Jaya.

Lebih lanjut, Kapolres Febri menegaskan bahwa pertikaian yang mengakibatkan empat orang tewas tidak berkaitan dengan perebutan lahan parkir atau tambak, sebagaimana beredar rumor di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa perkelahian tersebut bermula dari kesalahpahaman antara Hasan Busri dan Mat Tanjar.

"Pertikaian ini terjadi karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Tidak ada motif lain seperti perebutan lahan parkir atau tambak," tegasnya.

Febri Isman Jaya menguraikan kronologi kejadian, di mana Hasan Busri awalnya dipukul oleh Mat Tanjar setelah menegurnya.

Pertikaian semakin memanas ketika Mat Tanjar menantang Hasan Busri untuk berduel dan mengambil senjata tajam.

Kedua tersangka, Hasan Busri dan adiknya Mohammad Wardi, kemudian menghampiri korban di lokasi kejadian, di mana pertarungan melibatkan sekitar sepuluh orang yang membekali diri dengan senjata tajam.

"Saat itu, tiga orang meninggal di lokasi dan satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjungbumi," tambah Febri Isman Jaya.

Meski kedua tersangka mengaku tidak akrab dengan tiga korban, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam dan melakukan penyitaan handphone milik Mat Tanjar.

Hasan Busri dan Mohammad Wardi, yang terlibat dalam pertikaian, tidak mengalami luka sabetan senjata tajam, hanya mengalami kerusakan pada pakaian yang dikenakan.

Peristiwa pertikaian dua lawan empat di Desa Bumi Anyar terjadi pada Jumat (12/1) sekitar pukul 18.30 dan menyebabkan empat orang tewas.

Mayat-mayat korban telah dievakuasi oleh aparat kepolisian ke RSUD Syamrabu Bangkalan. ***

Editor : Abdul Basri
#pertikaian #carok #tanjung bumi #polda jatim