RadarBangkalan.id - Pada hari Selasa (9/1), masyarakat di sekitar Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, dikejutkan oleh berita kematian tragis seorang pria bernama Arif.
Pembunuhan itu dilakukan oleh adik iparnya, Pandu (19 tahun), bersama seorang rekannya yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).
Namun, penyelidikan lebih lanjut mengungkap skenario awal yang mengerikan, dimana istri korban, Ossy, merencanakan pembunuhan suaminya dengan cara diracun sebelum akhirnya memutuskan untuk menyewa pembunuh bayaran dengan motif begal yang sadis.
Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengungkapkan dalam konferensi pers kepada wartawan pada Rabu (17/1) bahwa sebelum keputusan untuk merencanakan pembegalan, Ossy telah mempertimbangkan opsi lain, yaitu meracun suaminya.
"Sebelum adanya perencanaan untuk mengelabui supaya mengskenariokan motif begal ini, pernah ada skenario lain seperti meracun korban," kata Wirdhanto.
Skenario tersebut dirancang oleh Ossy sekitar dua minggu sebelum tragedi pembegalan terjadi.
Alasannya adalah karena ia mengetahui kebiasaan suaminya yang sering keluar malam.
Dengan cermat, ia menentukan waktu kejadian pada hari Selasa pagi dan menyusun rencana agar dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian.
Namun, akhirnya, Ossy memilih untuk menyewa pembunuh bayaran dan menyesuaikan modus operandi menjadi pembegalan.
Wirdhanto menjelaskan bahwa pihak berwenang melakukan profiling terhadap pelaku pembegalan melalui rekaman CCTV.
Hasilnya, teridentifikasi bahwa pelaku tersebut adalah adik ipar korban, Pandu.
"Ternyata ada kemiripan antara pelaku yang terekam CCTV dengan profil dari adik korban. Akhirnya, terbukalah motif pembunuhan berenvana ini," ungkapnya.
Sebagai akibat dari perbuatannya, kedua pelaku kini dianggap tersangka dan dijerat Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 56 dan/atau Pasal 365 ayat (3) KUHPidana jo Pasal 56 KUHPidana dan/atau Pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 20 tahun atau seumur hidup.
Kejadian ini mengejutkan masyarakat dan menyoroti kompleksitas motif di balik kejahatan yang melibatkan orang-orang terdekat dalam hubungan keluarga. ***
Editor : Azril Arham