RadarBangkalan.id - Tragedi carok maut yang melibatkan Hasan Tanjung dan Mat Tanjar Cs terus menjadi sorotan utama di berbagai pemberitaan.
Kisah ini membawa sejumlah fakta menarik yang mengungkap sisi gelap dari dua tokoh hebat asal Bangkalan Madura tersebut.
Hasan Tanjung, seorang jawara di Desa Bumi Anyar, dan Mat Tanjar, seorang guru silat dari Desa Larangan Bangkalan Madura, terlibat dalam cekcok mulut yang akhirnya berujung pada tragedi carok.
Hasan Tanjung, sebagai pelaku, bahkan melibatkan sang adik, Mawardi, dalam insiden tersebut.
Di pihak lain, Mat Tanjar turut melibatkan adiknya, Mat Terdam, serta dua kerabat lainnya, Najheri dan Hafidz.
Namun, ironisnya, dalam peristiwa carok maut itu, korban justru adalah Mat Tanjar Cs yang tewas di tangan Hasan Tanjung alias Hasan Busri bersama adiknya Mawardi.
Sebagai tanggung jawab atas tragedi ini, Hasan Tanjung dan Mawardi kini sudah diamankan oleh Polres Bangkalan sesaat setelah kejadian.
Melalui kronologis kejadian yang tersebar luas di berbagai kanal pemberitaan dan media sosial, terungkap bahwa ada dua wanita yang menjadi saksi kunci dalam peristiwa ini.
Mereka adalah ibu dari Hasan Tanjung dan Mawardi (pelaku) serta istri korban yang bernama Najheri.
Sebelum terjadinya carok dengan Mat Tanjar, Hasan Tanjung pulang ke rumah untuk mengambil celurit.
Saat itu, ia bertemu dengan adiknya Mawardi, yang memberitahu bahwa dirinya akan terlibat dalam carok karena telah diperlakukan kasar oleh Mat Tanjar.
Informasi ini ternyata didengar oleh ibu keduanya, yang mencoba melarang namun Hasan Tanjung dan Mawardi tetap nekat berangkat, meminta doa restu sang ibu.
"Setibanya di rumah, Hasan mengambil celurit dan bertemu dengan adiknya, Mawardi, yang menceritakan bahwa ia ditampar oleh seseorang dan bermaksud untuk melakukan carok.
Meskipun sang ibu mencoba melarang, Hasan dan Mawardi tetap pergi. Sebelum berangkat, mereka meminta restu dari ibunya dengan harapan agar selamat," demikian keterangan dari akun TikTok @vapnji18.
Di sisi lain, saat Hasan Busri pulang ke rumah, Mat Tanjar juga pulang untuk mengambil celurit.
Pada momen ini, Mat Tanjar bertemu dengan Najheri bersama istrinya yang sedang berbelanja bersama.
Tanpa alasan yang jelas, Najheri memutuskan untuk pulang duluan, mengaku memiliki urusan dengan Mat Tanjar.
"Najheri menyuruh istrinya pulang duluan karena akan ada urusan sebentar yang perlu diurus bersama Mat Tanjar," jelas narasi dalam akun tersebut.
Dengan demikian, kedua wanita ini memiliki peran krusial sebagai saksi yang mengetahui potensi terjadinya carok di daerah Bumi Anyar, Bangkalan Madura. ***
Editor : Azril Arham