RadarBangkalan.id, Bangkalan - Menghebohkan, carok maut yang terjadi di Bangkalan pada hari Jum'at, 12 Januari 2024 diwaktu petang hingga kina masih menjadi perbincangan dan perhatian.
Bagaimana tidak, hingga kini jutaan orang telah menyaksikan Fakta Carok Maut paling mengerikan yang terjadi di Bangkalan, Madura saat TV One News menguak Fakta dibalik tragedi berdarah carok tersebut melalui kanal youtube @tvOneNews.
Termasuk Budayawan sekaligus Sejarawan Hidrocin Sabarudin atau juga dikenal dengan Abah Doing memberikan pandangan dan infromasi terkait makna carok yang sebenarnya di acara Fakta TV One News.
Setelah Pembawa Acara menyapa dan mengucapkan salam kepada Abah Doing, ia mengajukan pertanyaan apakah carok masih relavan relevan di masa sekarang untuk menyelesaikan masalah.
"Apa betul kalau sekarang carok ini masih relevan sebenarnya untuk digunakan sebagai menyelesaikan masalah, khususnya bagi masyarakat Madura?" tanya host penuh penasaran.
"Mohon maaf sebelumnya, kalau boleh saya bilang di masa sekarang carok ini sudah tidak ada, sudah hilang," kata Hidrocin dikutip radarbangkalan.id dari YouTube tvOneNews, Rabu 24 Januari 2024.
Baginya, di zaman sekarang sudah tidak ada carok, adanya pengeroyokan.
"Nama carok sekarang sudah bukan carok lagi namanya, di mana-mana terjadi pengeroyokan," kata Budayawan Madura yang akrab disapa Abah Doing ini.
Abah Doing juga menambahkan kalau Carok tidak selamanya menggunakan celurit, sehingga terungkap fakta bahwa carok tidak selalu menggunakan celurit akan tetapi dapat menggunakan senjata lain.
Hal ini diungkap oleh Host pada acara tersebut dengan memberikan pertanyaan terkait ciri khas carok yang selama ini dilambangkan dengan celurit.
"Kalau cara carok bagaimana? Selama ini identik dengan menggunakan celurit, apakah harus begitu atau boleh dengan berbagai cara berkelahi dengan senjata apapun sudah bisa disebut carok?" ungkap pertanyaan host.
"Carok tidak harus hanya dengan celurit," jawab Budayawan Madura ini.
"Kata carok sebetulnya berasal dari bahasa Kawi yang disebut caruk yang memiliki arti perkelahian," sambungnya.
Sebelum mengakhiri perbincangan, Abah Doing berpendapat bahwa carok bukan lagi menjadi tradisi.
"Carok atau caruk bukanlah tradisi, bisa disebut tradisi jika mengandung makna kebaikan ke masyarakat, carok hanya istilah dalam perkelahian di Madura," pungkasnya.
Itulah makna carok yang telah dikupas tuntas oleh Budayawan sekaligus Sejarawan Bangkalan, Madura.
Semoga tidak ada lagi kejadian carok yang mengerikan di Negeri ini, terutama di Madura.
Editor : Ubaidillah