RadarBangkalan.id, BANGKALAN - Menarik, Perekam Video Bongkar Suara Lantang Pria yang Bikin Merinding dengan Kalimat Allahu Akbar
saat carok massal di Bangkalan, Madura masih menyisakan misteri bagi masyarakat.
Hal itu diungkap oleh pembuat video yang memberikan kesaksian
di akun TikTok @bintangbintang799 pada Sabtu, 27 Januari 2024.
Awalnya akun TikTok @bintangbintang799 membagiakan sebuah video saat duel carok
antara Mat Tanjar dan Hasan Busri tengah berlangsung.
Dalam video yang diunggah terdengar suara teriakan sejumlah orang tengah bertarung.
Suasana pada video tersebut sangat menegangkan karena terekam pertikaian yang serius.
Bahkan terdapat pula suara gesekan senjata tajam terdengar sangat jelas dalam video tersebut.
Adapula suara seseorang yang membuat merinding publik
ketika mengucap takbir saat adu kekuatan menggunakan senjata tajam.
"Allahu Akbar!," teriak salah seorang yang sedang carok tanpa diketahui siapa yang meneriaknnya.
Video yang diunggah akun TikTok itu pun mendapat berbagai respon netizen.
Warganet kemudian mengungkap bahwa sosok pria yang mengucap takbir itu diduga adalah Wardi,
Adik dari Hasan Tanjung atau Hasan Busri.
"Saya yg vidioin itu kak ..yg takbir itu kak wardi," ujar akun @R.wjy.
"Yang takbir itu adik nya Hasan,mawardi," sambung @astoge.
"Wardi itu karna dia lawan 3 orang," tambah pemilik akun @FATzzzzzz.
Kendati demikian, kebenaran mengenai sosok pengucap takbir saat duel carok hingga kini belum diketahui secara pasti,
karena Wardi tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait suara lantang Takbir dalam carok bangkalan.
Perlu diketahui bahwa aksi carok maut yang mengerikan tersebut
terjadi di Bangkalan ini menyebabkan 4 korban jiwa
yakni Guru Silat Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri, dan Hafid
yang juga tergabung dalam Padepokan atau Perguruan Pencak Silat.
Kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, dua pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana 340 dan 338.
"Ancaman penjara seumur hidup," katanya.
Editor : Ubaidillah