News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tidak Bisa Disebut Carok, Tragedi Hasan Tanjung vs Mat Tanjar Disorot Pengamat Budaya Madura

Azril Arham • Minggu, 4 Februari 2024 | 04:34 WIB
Tangkapan Layar Video Amatir Tragedi Carok Maut Hasan Tanjung vs Mat Tanjar
Tangkapan Layar Video Amatir Tragedi Carok Maut Hasan Tanjung vs Mat Tanjar

RadarBangkalan.id - Dalam peristiwa pertumpahan darah yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Bangkalan, antara Hasan Tanjung dan Mat Tanjar disorot.

Sejumlah analisis mendalam dari pengamat budaya Madura, Iskandar Dzulkarnain, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat disebut sebagai carok sesuai kriteria budaya setempat.

Menurut Iskandar Dzulkarnain, untuk dapat dikategorikan sebagai carok, sebuah pertarungan harus memenuhi syarat tertentu.

Salah satu syarat utama adalah adanya duel satu lawan satu, namun dalam pertarungan antara Hasan Tanjung dan Mat Tanjar, kejadian keroyokan oleh pihak Mat Tanjar terjadi di pekarangan Abdullah, menjauhkan peristiwa tersebut dari definisi carok yang sebenarnya.

"Pertarungan di Tanjung Bumi lebih mirip keroyokan daripada carok. Carok seharusnya bersifat satu lawan satu, namun di sini, itu jelas tidak terpenuhi," ungkap Iskandar Dzulkarnain.

Analisis lebih lanjut dari pengamat budaya Madura ini juga menyoroti aspek persetujuan keluarga dalam sebuah carok.

Iskandar menjelaskan bahwa dalam budaya setempat, perseteruan seperti perebutan istri harus disetujui dan disiapkan oleh kedua belah pihak dan keluarga mereka sebelumnya.

"Misalnya, dalam kasus perebutan istri, kedua belah pihak harus sudah bersiap. Itu bagian dari persyaratan carok yang sebenarnya," tambahnya.

Iskandar Dzulkarnain juga mengomentari kemungkinan adanya carok susulan sebagai dampak dari perseteruan antara Hasan Tanjung dan Mat Tanjar.

Menurutnya, balas dendam tidak bisa dilakukan sembarangan dan hanya mungkin terjadi jika pihak yang dianggap benar dalam kasus ini mengalami kekalahan, bahkan hingga menghadapi kematian.

"Jika pihak yang dianggap benar kalah dalam carok dan meninggal, kemungkinan terjadinya balas dendam menjadi lebih besar. Ini tergantung pada posisi wajah saat meninggal, apakah menghadap ke atas atau tidak," terangnya.

Namun, Iskandar menekankan bahwa jika pihak yang melakukan kesalahan yang meninggal dalam carok, maka persoalan dianggap selesai, dan tidak diperbolehkan adanya pembalasan dendam.

"Dalam budaya Madura, jika pihak yang melakukan kesalahan itu kalah dan meninggal, maka dapat dianggap sebagai penyelesaian masalah," jelasnya.

Sebagai kesimpulan, peristiwa pertumpahan darah antara Hasan Tanjung dan Mat Tanjar di Bangkalan tidak dapat secara tegas disebut sebagai carok, mengingat tidak terpenuhinya syarat-syarat budaya yang melekat pada tradisi tersebut. ***

Editor : Azril Arham
#carok massal #madura #Mat Tanjar #Carok Paling Mengerikan #carok #bangkalan #tradisi carok #Carok Maut Hasan VS Mat Tanjar #Hasan Tanjung