Program Prioritas Lingkungan Hidup di Bangkalan Terancam Mangkrak: Anggaran Tak Tersedia
Abdul Basri• Senin, 5 Februari 2024 | 01:14 WIB
TITIK ASESMEN: Seorang pengendara motor melintas di jembatan bendungan Kelurahan Tunjung, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
Radarbangkalan.id - Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas lingkungan hidup, sebuah program prioritas di Bangkalan, Jawa Timur, terancam mangkrak.
Program pemantauan kualitas air dan udara, yang rutin dilakukan setiap tahun, tak kebagian anggaran di tahun 2024.
Program ini, yang dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan, menjadi bagian penting dalam visi misi bupati Bangkalan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Setiap tahun, DLH Bangkalan memantau 15 titik sungai di enam kecamatan untuk mengukur Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Hasil pemantauan ini kemudian dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup.
Staf Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Bangkalan, Maulina, menjelaskan bahwa program ini terancam tidak berjalan karena tidak dialokasikan anggaran di tahun 2024.
"Kami sudah mengajukan di tahun ini, tapi tidak dapat karena belum ada anggarannya," kata Maulina.
Padahal, kebutuhan anggaran untuk program ini terbilang kecil, hanya sekitar Rp 20 juta untuk memantau 15 titik sungai.