BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Mat Tanjar dan 3 orang korban tewas di tangan kakak beradik Hasan Tanjung dan Wardi saat duel 2 vs 4 di Bangkalan Madura.
Tragedi tersebut viral dan heboh usai video terbaru carok bangkalan madura direkam oleh seseorang dan disebarkan di media sosial.
Hari ini, kondisi duel tersebut dianggap carok padahal sejarah membuktikan bahwa hal ersebut bukanlah carok.
Carok adalah duel diantara dua orang menggunakan senjata dan tidak ada balas dendam setelah terjadi duel 1 vs 1 tersebut.
Saat ini carok dianggap oleh beberapa orang sebagai tradisi di Madura, Jawa Timur,
carok dianggap tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh masyarakat Madura untuk mempertahankan harga diri dari pelecehan orang lain.
Seperti duel Hasan dan Mattanjar saat ini yang menghebohkan dan menewaskan 4 korban beberapa minggu lalu.
Kejadian itu pun disebut-sebut dengan aksi carok.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian publik hingga saat ini.
Aksi carok yang menewaskan 4 orang ini terjadi pada 12 Januari 2023 lalu.
Sehingga 2 orang kakak beradik Hasan Tanjung dan Wardi ditetapkan sebagai tersangka.
Sebab keduanya menjadi aktor utama, sehingga 4 orang tewas saat duel carok menggunakan celurit.
Lalu benarkah peristiwa tersebut disebut sebagai carok?
Hidrocin Sabarudin selaku budayawan Madura, memberikan pendapatnya.
Menurutnya apa yang menimpa Hasan Tanjung dan adiknya Wardi bukanlah peristiwa carok.
Namun kejadian tersebut sudah menjadi aksi pengeroyokan.
Sehigga tak bisa dilabeli sebagai ajang carok.
"Abad ke-18 bahkan jauh kebelakang abad ke-16 carok itu adalah salah satu peyelesaian akhir."
"Dimana itu akan meninggikan harga diri," kata seorang Budayawan Madura dikutip RadarBangkalan.id dari YouTube tvOneNews.
Menurutnya carok di zaman dahulu berkaitan mempertahankan harga diri. Namun di saat ini terjadi pergeseran.
"Orang Madura bilang ada istilah daripada saya malu terhadap banyak orang lebih baik berkelang tanah."
"Karena zaman dulu harga diri itu sangat berharga," ujar Hidrocin Sabarudin.
Diketahui pula carok dan celurit seperti dua sisi mata uang tak bisa dipisahkan.
Dimana carok sebagai simbol kesatria memperjuangkan harga diri atau kehormatan.
Kata Budayawan ini, meskipun itu menyangkut harga diri,
jika orang itu lemah maka akan selesai dengan cara bermaaf-maafan.
Pada zaman Raja Ke-13 Sumenep Madura Pangeran Jokotole, tidak mengenal carok.
Sebab kala itu, budaya membunuh orang hanya ada dengan cara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris.
Hal itu Dibuktikan oleh Jokotole sebagai Raja ke-13 Sumenep,
Ternyata Duel Hasan Tanjung Vs Mat Tanjang Bukan Carok.
Jadi, kejadian hari ini terkait video yang beredar duel carok mattanjar vs hasan bukanlah carok dan bukan tradisi orang madura.
Editor : Ubaidillah