RadarBangkalan.id- Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, atau Risma, tidak hanya sekadar menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintahan.
Dalam kunjungan kerjanya yang penuh makna ke Desa Golo Wune, Nusa Tenggara Timur, Risma menyoroti aspek kemanusiaan dan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya mereka yang berada di daerah terpencil.
Pada awal kunjungannya, Risma mengekspresikan kekecewaannya terhadap saran staf yang menyarankan untuk berlibur di Labuan Bajo selama kunjungan dinas.
Dengan tegas, ia menunjukkan bahwa prioritasnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Saya melihat kondisi orang miskin saja saya tidak tega, mengapa saya harus berekreasi? Saya tidak ingin itu," ungkap Risma, mencerminkan sikap tegasnya terhadap prioritas yang seharusnya diutamakan.
Kekecewaan Risma tak hanya terbatas pada saran tersebut. Saat usulan penyediaan motor trail untuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) muncul, Risma terbawa emosi dan kecewa.
Ia menyoroti bahwa pendamping PKH di Papua mampu menjalankan tugasnya tanpa bantuan motor trail.
Poin ini menunjukkan ketegasan dan kepedulian Menteri Sosial terhadap efektivitas pelayanan di daerah terpencil.
Dalam sebuah kisah inspiratif, Risma membagikan pengalaman seorang pendamping PKH dari Yahukimo, Papua Pegunungan, yang berjalan kaki selama tiga hari dua malam demi mendapatkan sinyal untuk berkomunikasi melalui video call.
"Ingat, ada seorang pendamping PKH dari Yahukimo yang harus berkomunikasi dengan saya melalui video call.
Dia harus berjalan kaki selama tiga hari dua malam hanya untuk mendapatkan sinyal yang cukup," ungkapnya, menyoroti dedikasi luar biasa seorang pelayan masyarakat.
Risma menegaskan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan perhatian, terutama di daerah-daerah terpencil.
Meskipun telah ada kemajuan dalam program-program bantuan sosial, ia menekankan bahwa masih banyak yang memerlukan bantuan.
"Kita harus ingat bahwa jika mereka hidupnya menjadi lebih baik, kita juga berhak untuk hidup lebih baik.
Namun, jika mereka belum, kita juga tidak berhak termasuk saya," tambahnya, menggarisbawahi prinsip bahwa pelayanan publik harus merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kunjungan kerjanya, Risma tidak hanya mencermati infrastruktur dan program-program bantuan sosial, tetapi juga menyoroti pentingnya memiliki hati yang peka terhadap kondisi masyarakat di daerah terpencil.
Dengan fokus pada dedikasi, keseriusan, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat, Menteri Sosial Risma memastikan bahwa setiap langkah yang diambilnya memberikan dampak positif dan berarti bagi rakyat,
terutama mereka yang berada di pelosok desa. Kehadiran Risma di Desa Golo Wune bukan sekadar acara formal, melainkan perwujudan komitmen untuk melayani dan merangkul seluruh elemen masyarakat.***
Editor : Raditya Mubdi