RadarBangkalan.id - Banjir kembali terjang kawasan perbatasan antara Bangkalan dan Sampang, menimbulkan dampak serius terhadap kelancaran lalu lintas di Jalan Nasional yang menghubungkan kedua daerah tersebut.
Akibatnya, akses perbatasan antara Blega dan Jerengik di Jalan Nasional mengalami hambatan yang signifikan.
Heriyanto, seorang sopir truk ikan, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi akibat banjir ini, "Tadi saya sampai sini pukul 13.30 WIB sudah macet ngak bisa lewat karena Blega banjir."
Heriyanto menambahkan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak subuh.
Sungai di Blega, Bangkalan, meluap dan membanjiri jalan, menghambat kelancaran lalu lintas.
"Saya dari Pamekasan mulai pagi subuh hujan. Sampai sini tadi macet karena Blega sudah tinggi, sekarang air (di Jrengik)," tambah Heriyanto.
"Tadi truk bisa lewat, sekarang nggak bisa lewat. Itu di jalan kalau di rumah warga kayaknya satu sampai 1,5 cm," lanjutnya.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa lalu lintas dari darah Jerengik, Sampang menuju Surabaya terhenti total.
Ratusan kendaraan terjebak tak bergerak. Begitu juga arah sebaliknya, kendaraan tidak dapat melintas mulai dari Pasar Blega.
Kondisi ini menandai dampak serius dari musim hujan yang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Dengan adanya banjir, perhatian terhadap perbaikan infrastruktur pengendalian banjir menjadi semakin mendesak.
Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang, serta memperkuat infrastruktur jalan agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem seperti yang terjadi saat ini. ***