News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ribuan Warga Mengungsi, Banjir Palangkaraya Semakin Memburuk

Ajiv Ibrohim • Rabu, 13 Maret 2024 | 17:46 WIB
Debit air Sungai Rungan dan Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus naik. Akibatnya, sejumlah wilayah kelurahan di kota tersebut banjir karena luapan air sungai.
Debit air Sungai Rungan dan Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus naik. Akibatnya, sejumlah wilayah kelurahan di kota tersebut banjir karena luapan air sungai.

Radarbangkalan.id – Peningkatan jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terus berlangsung.

Sebanyak 109 warga telah mengungsi karena rumah mereka terendam banjir selama tiga hari terakhir.

Pemerintah Kota Palangkaraya telah mendirikan posko terpadu bagi pengungsi banjir di SD Negeri 1 Langkai.

Dalam upaya penanggulangan banjir, pemerintah juga telah membangun tenda untuk dapur umum serta pusat data banjir Kota Palangkaraya.

Tak hanya itu, tempat layanan kesehatan juga telah disediakan bagi para pengungsi. Beberapa petugas kesehatan berjaga di posko tersebut sejak pagi.

Ratusan pengungsi telah memenuhi setidaknya dua ruangan di sekolah tersebut.

Hero (64), warga Flamboyan, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, adalah salah satu pengungsi yang merasakan dampak banjir.

Ia telah mengungsi selama dua tahun terakhir karena banjir melanda setiap tahun.

Hero, yang telah tinggal di kelurahan tersebut selama 20 tahun, merasakan bahwa banjir kini semakin parah.

"Awal kali tinggal di sana itu ada banjir, tapi enggak sampai naik ke lantai rumah, paling tergenang aja. Kalau sekarang ini, banjir makin tinggi," ujarnya.

Maria (55), yang juga merupakan pengungsi banjir, telah mengungsi selama tiga tahun berturut-turut di tempat yang sama yang disediakan oleh pemerintah.

"Kalau dulu, banjir juga sering, tapi cepat surutnya. Kalau sekarang ini, sejak 2021, banjir makin buruk," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, dari total lima kecamatan, empat kecamatan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah terendam banjir. Total terdapat 5.773 orang terdampak banjir, 512 keluarga mengungsi.

Di SDN I Langkai, total pengungsi mencapai 109 orang. Sehari sebelumnya, Senin (11/3/2024), hanya 94 orang yang mengungsi.

Asisten Daerah I Kota Palangkaraya Sahdin Hasan, sebelumnya, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat banjir sejak Senin (11/3/2024), yang berlaku selama 10 hari ke depan.

"Statusnya tanggap darurat banjir, kami sesuaikan dengan prediksi BMKG," ucapnya.

Tak hanya Kota Palangkaraya, banjir juga melanda Kabupaten Barito Selatan, Pulang Pisau, Murung Raya, dan Kabupaten Gunung Mas, menurut data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menambahkan bahwa total dari lima kabupaten yang terdampak banjir, terdapat 8 kecamatan dengan total 30 desa dan kelurahan terendam banjir.

Setidaknya 5.968 keluarga dengan total 18.760 orang terdampak banjir. ***

Kawasan di sekitar jembatan Tol Kaligawe Genuk, Kota Semarang yang tengah diperbaiki terendam banjir paling dalam, Rabu (13/3/2024).
Kawasan di sekitar jembatan Tol Kaligawe Genuk, Kota Semarang yang tengah diperbaiki terendam banjir paling dalam, Rabu (13/3/2024).
Editor : Ajiv Ibrohim
#banjir #warga mengungi #banjir palangkaraya #palangkaraya