News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Evakuasi Malam-Malam: Pamekasan Kritis, Pulau Madura Dilanda Banjir

Raditya Mubdi • Rabu, 13 Maret 2024 | 23:54 WIB
Ilustrasi Banjir Melanda, Puluhan Rumah Warga Terendam, Akses Bangkalan-Sampang Lumpuh
Ilustrasi Banjir Melanda, Puluhan Rumah Warga Terendam, Akses Bangkalan-Sampang Lumpuh

RadarBangkalan.id - Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, Pulau Madura memasuki babak sulit ketika banjir mewarnai kehidupan warganya di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Keadaan darurat tercipta akibat guyuran hujan tak henti sejak Senin (11/3), membawa dampak mendalam di berbagai wilayah, dengan Pamekasan yang kritis.

Malam-Malam Penuh Ketakutan di Desa Patemon

Puncak keterpurukan dirasakan di empat desa Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, yang terendam air banjir.

Di Sampang, Kecamatan Jrengik menjadi satu-satunya titik terpukul, dan akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan kini tertutup oleh genangan banjir yang menyebar dengan cepat.

Namun, keadaan paling genting terjadi di Pamekasan, terutama di Desa Patemon. Koordinator Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono,

mengekspresikan keprihatinannya, "Malam ini banjir mulai masuk perkampungan warga di Desa Patemon." Situasi ini menuntut evakuasi mendesak demi menyelamatkan nyawa dan harta benda warga.

Terjebak di Antara Sungai Meluap

Banjir di Pamekasan tak hanya bersumber dari hujan deras lokal, tetapi juga akibat luapan Sungai Kalisemajid dan Sungai Kalikloang.

Petugas berani terjun ke dalam genangan banjir, menjelajahi air dengan tekad untuk menyelamatkan warga yang terperangkap.

"Proses evakuasi terhadap korban banjir terus berlanjut hingga malam ini," jelas Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto, menegaskan komitmen dalam upaya penyelamatan.

Bangkalan, Saksi Bisu Masjid yang Terendam

Dari seluruh kabupaten yang terdampak, Bangkalan menyandang predikat sebagai yang terparah.

Rekaman video yang tersebar menggambarkan betapa dramatisnya situasi, terutama saat air banjir merendam sebuah masjid.

Tak hanya bangunan suci itu yang tenggelam, tetapi juga sejumlah warga yang terlihat berusaha mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, menjauh dari derasnya air yang membawa kehancuran.

Respons Tanggap Darurat dan Dukungan Solidaritas

Pihak berwenang dan relawan berkolaborasi untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban banjir.

Meski dihadapkan pada tantangan besar, kerja sama antarinstansi menjadi landasan utama dalam mengurangi dampak negatif yang diakibatkan oleh bencana ini.

Koordinasi dan kecepatan tanggap darurat diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat waktu.

Sementara itu, masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada dan aktif mendukung upaya penanggulangan bencana yang tengah dilakukan.

Solidaritas dan gotong royong menjadi pilar utama dalam menghadapi ujian berat ini. Harapannya, dengan usaha bersama, Pulau Madura dapat bangkit kembali, dan proses pemulihan dapat dimulai untuk membawa harapan baru bagi mereka yang terdampak.***

TERGENANG: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie memberikan arahan kepada jajarannya di Kecamatan Blega, Selasa (12/3) malam. (PROKOPIM UNTUK JPRM)
TERGENANG: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie memberikan arahan kepada jajarannya di Kecamatan Blega, Selasa (12/3) malam. (PROKOPIM UNTUK JPRM)
Editor : Raditya Mubdi
#banjir #madura #pulau madura #pamekasan