News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kabupaten Magelang Terdampak Hujan Abu Akibat Guguran Gunung Merapi

Ajiv Ibrohim • Rabu, 3 April 2024 | 18:59 WIB
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jateng dan Daerah Istimewa Jogjakarta terjadi guguran awan panas.  (Badan Geologi/Antara)
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jateng dan Daerah Istimewa Jogjakarta terjadi guguran awan panas. (Badan Geologi/Antara)

Radarbangkalan.id – Sebagian wilayah Kabupaten Magelang menjadi saksi dari kejadian dramatis alam ketika Gunung Merapi, yang berdiri megah di perbatasan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengeluarkan guguran awan panas yang menghasilkan hujan abu.

Kejadian ini menciptakan pemandangan yang menakutkan dan memerlukan respons cepat dari otoritas setempat.

Menurut laporan dari Petugas Pemantau Gunung Merapi di Pos Babadan, Yulianto, kejadian ini tercatat pada pukul 06.26 WIB.

Awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum sebesar 48 mm dengan durasi mencapai 171.32 detik.

Estimasi menunjukkan bahwa jarak maksimum luncur awan panas mencapai 1.700 meter ke arah barat daya.

Dampaknya terasa luas, mencakup beberapa wilayah di Kabupaten Magelang, terutama di Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan.

Baca Juga : Rekomendasi Ucapan Spesial Lebaran di WhatsApp untuk Orang Tersayang

Kecamatan Dukun dan Sawangan menjadi fokus utama dampak hujan abu ini.

Di Kecamatan Dukun, desa-desa seperti Sewukan dan Krinjing dilaporkan mengalami hujan abu yang signifikan.

Sementara itu, di Kecamatan Sawangan, daerah yang terkena dampak termasuk Bawangan dan Tlatar.

Situasi ini memunculkan kebutuhan mendesak untuk menginstruksikan masyarakat agar menjauhi daerah yang berpotensi bahaya.

Baca Juga : Ini Daftar Lengkap Smartphone Samsung Galaxy yang Akan Menerima Update One UI 7 Berbasis Android 15

Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini berada pada level III (siaga), dengan potensi bahaya seperti guguran lava dan awan panas terutama terfokus pada sektor selatan-barat daya, yang mencakup Sungai Boyong dengan jarak mencapai lima kilometer, serta Sungai Bedog dan Krasak yang memiliki jarak maksimal mencapai tujuh kilometer.

Di sektor tenggara, Sungai Woro yang memiliki jarak maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol yang mencapai lima kilometer juga berpotensi terpengaruh.

Baca Juga : Kenali Ciri-Ciri Whatsapp Kamu Sedang Disadap, Berikut Cara Mencegahnya

Selain itu, ancaman lain datang dari kemungkinan lontaran material vulkanik akibat letusan eksplosif yang bisa menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Oleh karena itu, koordinasi antara pihak berwenang, petugas darurat, dan masyarakat sangat penting untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak dari aktivitas vulkanik ini.

Upaya mitigasi risiko dan pengawasan terus-menerus harus dilakukan untuk melindungi keselamatan dan keamanan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#magelang #hujan abu #gunung merapi