News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sebanyak 3.411 CJH Asal Madura Akan Menuju Tanah Suci, Ratusan Diantaranya Beresiko Tinggi dan Butuh Perhatian Khusus

Ajiv Ibrohim • Senin, 3 Juni 2024 | 17:44 WIB
ADMINISTRASI: Seorang petugas sedang berada dimeja pelayanan PLHUT Kamis (29/5). (AYU LATIFAH/JPRM)
ADMINISTRASI: Seorang petugas sedang berada dimeja pelayanan PLHUT Kamis (29/5). (AYU LATIFAH/JPRM)

Radarbangkalan.id –  Sebanyak 3.411 calon jamaah haji (CJH) asal Madura akan menunaikan rukun Islam yang kelima.

Perinciannya, CJH Bangkalan mencapai 653 orang, di Sampang sejumlah 555 orang, di Pamekasan terdapat 1.309 orang, dan di Sumenep terdaftar 894 orang.

CJH lanjut usia (lansia) dan yang berisiko tinggi mendapat perhatian khusus dari petugas haji di setiap kabupaten, dengan jumlah mereka mencapai ratusan, mereka akan diberikan pendampingan khusus.

Staf Haji Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan, Adi Dwi Irwan Falih, menjelaskan bahwa proses pemberangkatan jemaah haji melalui beberapa tahap, mulai dari pengumuman, pelunasan, bimbingan manasik haji, pemberkasan, hingga pemberangkatan.

"Saat ini, kami tinggal menunggu pemberangkatan yang dijadwalkan pada tanggal Sabtu (8/6)," katanya.

Pemberangkatan jemaah haji dibagi menjadi dua kloter, kloter 100 berisi 371 jemaah, sedangkan kloter 101 memiliki 287 jemaah.

Total ada 653 CJH yang berangkat dari Kota Salah, namun, 14 jamaah di antaranya mutasi ke daerah lain," ujar Adi.

Kemenag Bangkalan mencatat adanya seratus CJH yang tergolong berisiko tinggi karena terdeteksi mengidap penyakit berat seperti diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, dan lain sebagainya, termasuk CJH lansia.

"Tidak semua lansia, tapi ada juga anak muda," tuturnya.

Adi mengungkapkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk memantau kesehatan CJH.

"Setiap jemaah yang berisiko tinggi akan menggunakan logo warna merah," jelasnya.

Pihaknya juga telah mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun lalu, dengan penanganan khusus jemaah lansia menjadi prioritas.

Menurutnya, tahun ini CJH lansia telah dilindungi dengan program ramah lansia. "

Tahun kemarin tidak ada pendampingan bagi lansia. Tahun ini ada, dan perekrutan petugas haji memang difokuskan pada mereka yang memiliki kemampuan membimbing lansia," paparnya.

Selain itu, Adi menyatakan kesulitan dalam mendata CJH yang pindah domisili tanpa memberi konfirmasi kepada petugas.

Hal ini menjadi tantangan dalam pemberkasan yang harus sesuai dengan urutan pemberangkatan.

"Ada jemaah yang tidak mengupdate dokumen pindah domisili. Ketika kami mencarinya, sulit untuk menemui. Ada juga yang memiliki nama berbeda setelah pindah domisili," terangnya.

Adi mengungkapkan bahwa biaya pemberangkatan jemaah haji yang masuk dalam embarkasi Surabaya senilai Rp 60,5 juta.

Dana tersebut digunakan untuk biaya penerbangan, akomodasi di Mekah, Madinah, biaya hidup, dan visa. "Rata-rata biaya haji itu Rp 56 juta.

Yang membedakan di Surabaya adalah biaya penerbangan," ungkapnya.

Calon jemaah haji (CJH) Pamekasan sebanyak 1.309 orang dijadwalkan berangkat pada Minggu (9/6).

Sebelum diberangkatkan ke Jeddah pada Senin (10/6), CJH akan transit terlebih dahulu di Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk menjalani serangkaian persiapan akhir yang akan dibantu oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Dari ribuan jemaah, ada 326 CJH yang masuk kategori lansia. Kemenag Pamekasan telah menyiapkan pendamping haji di setiap kloter. "Jadi, mereka tidak perlu khawatir," tuturnya.

Selama menjalani ibadah, jemaah haji dihimbau untuk taat dan patuh pada aturan demi meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, seperti tersesat atau terpisah dari kelompok.

"Kami berpesan agar para jamaah selalu menjaga kesehatan, membiasakan pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, serta rutin berolahraga.

Semoga para CJH senantiasa diberikan kemudahan dalam beribadah," ucapnya. Halim menuturkan bahwa jemaah harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 60 juta untuk ongkos haji, dengan Rp 25 juta disetor di awal dan sisanya dilunasi setelah diumumkan jadwal pemberangkatan haji.

Meskipun beberapa orang mungkin ragu untuk melaksanakan haji karena masa tunggu yang lama dan biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, hal ini berbeda dengan CJH asal Pamekasan, Syarifatul Jannah.

Perempuan penjual jamu tersebut menguatkan niat untuk mendaftar haji sejak tahun 2011.

Untuk mendapatkan nomor porsi haji, Syarifatul mengikuti program talangan haji di bank dengan hanya menyetorkan tabungan sebesar Rp 8 juta.

"Banyak orang yang mengatakan bahwa untuk berhaji harus mampu, tetapi saya memiliki pemikiran yang berbeda. Daftar haji tidak harus menunggu menjadi kaya.

Yang penting adalah kita berusaha dan biarkan Allah yang memberikan jalan," ujar ibu tiga anak tersebut.

Meskipun jadwal keberangkatannya sempat tertunda selama tiga tahun, Syarifatul selalu menitipkan doa kepada kerabat atau tetangganya yang sedang menunaikan ibadah haji.

"Saya bersyukur Allah memberikan jalan, meskipun saya sempat kesulitan saat pelunasan biaya haji. Namun, Allah selalu memberikan jalan," katanya.

Siswa-siswi SMK Bakti Indonesia Medika mengikuti prosesi pembacaan sumpah.
Siswa-siswi SMK Bakti Indonesia Medika mengikuti prosesi pembacaan sumpah.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati,
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati,
Editor : Ajiv Ibrohim
#madura #cjh #beresiko tinggi #tanah suci