News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Depresi Bertengkar dengan Mantan Istri, Pria di Bangkalan Nekat Akhiri Hidup

Azril Arham • Selasa, 18 Juni 2024 | 13:53 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi Gantung Diri

RadarBangkalan.id - Berita ini Tidak Bertujuan Menginspirasi Siapapun Melakukan Tindakan Serupa. Jika Anda Merasa Depresi Segera Konsultasikan ke Dokter atau Psikiater.

Seorang pria asal Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan tewas tergantung pada Sabtu (15/6/2024).

Pria berinisial AB (35) ini mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, menggantung dirinya di pintu rumahnya.

Kejadian ini mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang di sekitarnya.

Menurut Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo, korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya.

Tetangga tersebut merasa curiga karena tidak mendapatkan jawaban saat memanggil korban beberapa kali dari luar rumah.

"Tetangga curiga karena berkali-kali memanggil salam tak ada jawaban. Padahal korban sebelumnya masih beraktivitas di rumahnya," ujar Heru Cahyo melalui sambungan telepon seluler.

Karena tidak ada jawaban, tetangga memutuskan untuk melihat melalui sela-sela kaca jendela dan mendapati korban sudah tergantung dengan tali terjerat di leher.

Penemuan ini langsung dilaporkan kepada pihak berwajib, yang kemudian segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa sekitar dua jam sebelum ditemukan tewas, korban terlibat pertengkaran dengan mantan istrinya melalui telepon.

"Sekitar jam 08.00 WIB, korban bertengkar menggunakan handphone. Namun dua jam berikutnya sudah tewas tergantung," imbuh Heru Cahyo.

AKP Heru Cahyo menambahkan, korban diduga mengalami depresi berat.

Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk meninggalnya ibu korban yang baru saja terjadi 100 hari sebelumnya.

"Ibu korban baru 100 hari meninggal. Disusul dengan pertengkaran dengan istrinya. Dugaan sementara karena faktor depresi. Korban tinggal sendirian di rumahnya," ungkapnya.

Depresi yang dialami korban kemungkinan besar diperparah oleh kesendiriannya setelah kehilangan ibu tercinta dan konflik yang tak kunjung selesai dengan mantan istrinya.

Kesedihan mendalam dan tekanan emosional ini diduga menjadi pemicu utama tindakan nekat yang dilakukan oleh korban.

Dalam proses autopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Lidah korban tergigit, kemaluannya mengeluarkan cairan dan dari anus mengeluarkan kotoran. Tidak ada tanda kekerasan, hanya bekas tali di lehernya. Jadi ini murni bunuh diri," pungkas Heru Cahyo.

Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya dukungan emosional dan psikologis bagi mereka yang tengah mengalami masa-masa sulit.

Depresi dan kesedihan mendalam bisa mengarahkan seseorang pada tindakan yang tidak terduga.

Oleh karena itu, jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan emosional atau depresi, sangat penting untuk mencari bantuan profesional dan dukungan dari keluarga serta teman-teman.

Ingatlah bahwa berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa.

Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar kita dan memberikan dukungan yang diperlukan. ***

Editor : Azril Arham
#bangkalan #bertengkar dengan istri #akhiri hidup #Akhiri Hidup dengan Gantung Diri