RadarBangkalan.id - DLH Bangkalan bertanggung jawab atas pengelolaan taman kota di wilayahnya. Setiap tahunnya, DLH mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk menjaga keindahan dan kebersihan taman-taman tersebut.
Meskipun anggaran ini tergolong besar, sebagian besar dari total tersebut digunakan untuk membayar honorarium bagi petugas kebersihan.
Menurut Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Pertanaman, dan Pemakaman DLH Bangkalan, Venny Swastriana, sekitar 80 persen dari anggaran perawatan taman kota hanya cukup untuk gaji para petugas kebersihan.
”Sebenarnya untuk perawatan hanya Rp 50 juta. Sisanya untuk gaji,” terangnya dilansir dari RadarMadura.
Venny menjelaskan bahwa prioritas utama DLH Bangkalan adalah pemeliharaan Taman Paseban, meskipun anggaran yang tersedia relatif terbatas.
Meskipun begitu, upaya pemeliharaan meliputi berbagai kegiatan seperti pembibitan tanaman baru, perbaikan fasilitas umum, pemasangan lampu, penghidupan kembali air mancur, dan upaya lainnya untuk menjaga keasrian dan kesejukan Taman Paseban.
"Kami ingin Taman Paseban dibuat rindang dan ada spot taman seperti kota-kota besar. Cuma belum bisa," ucapnya.
Selain itu, sebagian dari anggaran perawatan taman juga digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak dan peralatan lainnya yang mendukung kegiatan kebersihan taman.
Venny mengungkapkan bahwa DLH Bangkalan telah mengajukan tambahan dana kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memaksimalkan perawatan taman kota.
Evaluasi terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan tambahan dan memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif.
Menyikapi hal ini, Ketua Komisi C DPRD Bangkalan, Suyitno, menekankan pentingnya memaksimalkan penggunaan anggaran sesuai dengan peruntukannya.
Dia juga mendesak DLH untuk melakukan pemetaan yang lebih baik terkait tenaga kebersihan yang tersedia, agar penggunaan anggaran dapat lebih efisien dan efektif.
"Jangan sampai DLH memberikan honor kepada petugas, tapi ternyata orangnya tidak ada atau tidak pernah bekerja," ucapnya.
Dengan demikian, upaya DLH Bangkalan dalam memelihara taman kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pengelolaan anggaran yang transparan dan efisien untuk kepentingan masyarakat. ***