News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kronologi Tragis Tewasnya Wanita Leces, Diduga Bunuh Diri di Rel KA Surabaya

Azril Arham • Rabu, 19 Juni 2024 | 21:50 WIB
Foto Ilustrasi : Tragisnya kisah Meing Thiowati dari Leces, Probolinggo yang diduga bunuh diri di rel kereta api dekat Surabaya, karena stres akibat penyakit diabetes
Foto Ilustrasi : Tragisnya kisah Meing Thiowati dari Leces, Probolinggo yang diduga bunuh diri di rel kereta api dekat Surabaya, karena stres akibat penyakit diabetes

RadarBangkalan.id - Berita ini Tidak Bertujuan Menginspirasi Siapapun Melakukan Tindakan Serupa. Jika Anda Merasa Depresi Segera Konsultasikan ke Dokter atau Psikiater.

Seorang wanita asal Leces, Sumberkedawung, Probolinggo, bernama Meing Thiowati, ditemukan tewas setelah terlindas kereta api di rel dekat Frontage Ahmad Yani Surabaya.

Wanita berusia 44 tahun ini diduga sengaja melindaskan diri di rel kereta api. Berikut dugaan motif bunuh diri Meing sesuai dengan keterangan polisi.

Kapolsek Wonocolo Surabaya, Kompol M Sholeh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban. Berdasarkan keterangan keluarga, Meing diduga mengalami stres berat akibat penyakit yang dideritanya.

"Dugaan besar sementara karena frustasi akibat diabetes yang diderita," kata Sholeh saat dikonfirmasi detikJatim pada Rabu (19/6/2024).

Meing Thiowati dikenal sebagai sosok pendiam oleh keluarga dan teman-temannya, terutama setelah ia didiagnosis menderita diabetes. Penyakit ini diyakini telah mempengaruhi kondisi mental dan emosionalnya.

"Keterangan awal karena sakit, dia juga tertutup dan cenderung diam," tambah Sholeh.

Meskipun demikian, pihak keluarga telah mengambil alih pengurusan jenazah Meing di RSU dr Soetomo Surabaya.

Sholeh juga menanggapi dugaan bahwa Meing mungkin menjadi korban penipuan bisnis online.

Ia menekankan bahwa hal tersebut masih merupakan asumsi dan sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

"Itu (tertipu online) asumsi saja, hingga kini masih didalami, karena keluarga yang bersangkutan juga menyatakan korban jarang berkomunikasi dan cenderung diam," tuturnya.

Kejadian tragis ini mengingatkan kita akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes.

Stres dan frustrasi yang berkepanjangan dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang.

Oleh karena itu, penting bagi keluarga dan teman-teman untuk selalu memberikan dukungan moral dan psikologis kepada mereka yang sedang menghadapi cobaan hidup yang berat.

Selain itu, akses kepada layanan kesehatan mental yang memadai juga harus selalu tersedia untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Kasus Meing Thiowati ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. ***

 

Editor : Azril Arham
#motif bunuh diri #depresi #Kereta api #surabaya #stress #bunuh diri