RadarBangkalan.id - Pada 30 Juni 2024, tragedi carok kembali merenggut nyawa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Insiden tragis ini melibatkan dua anggota keluarga di Desa Tanah Merah Laok. Paman dan keponakan terlibat dalam duel berdarah yang akhirnya menyebabkan kematian si keponakan.
Menurut Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo Seputro, insiden ini diduga dipicu oleh masalah keluarga yang belum terselesaikan.
Kasus-Kasus Carok yang Menghebohkan Madura
Carok Karena Santet di Ketapang, Sampang
Sebelumnya, pada 8 April 2017, terjadi kasus carok di Desa Naporan Laok, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Kasus ini melibatkan dua keluarga yang saling bertetangga, yaitu keluarga Saraton dan Mustofa.
Perselisihan ini bermula dari kecurigaan keluarga Saraton bahwa Saraton terkena santet dari Mustofa setelah Saraton mengalami penyakit misterius selama satu tahun.
Ketika Saraton meninggal dunia, kemarahan memuncak dan menyebabkan duel berdarah menggunakan celurit yang menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya.
Carok Tewaskan Empat Orang di Tanjung Bumi, Bangkalan
Kasus carok lainnya terjadi pada 12 Januari 2024 di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.
Duel berdarah ini mengakibatkan kematian empat orang, yaitu MTJ, MTD, dan NJ (kakak, adik, dan paman) yang berasal dari Larangan Timur serta HF (murid MTJ) dari Bumi Anyar.
Peristiwa ini terjadi akibat konflik antara dua saudara HB dan MW dengan keempat korban.
Rekonstruksi kejadian dilakukan oleh Polres Bangkalan pada 26 Februari 2024 di tempat yang berbeda untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.
Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto Ali, menyatakan bahwa rekonstruksi dilakukan di Jalan Kiniba Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, demi menjaga ketertiban dan keamanan.
Sementara itu, penasihat hukum tersangka, Bahtiar Pradinata, mengungkapkan bahwa rekonstruksi memperjelas bahwa kliennya hanya mempertahankan harga diri setelah ditampar dan ditodong dengan senjata tajam.
Kliennya kemudian mengambil senjata untuk berduel karena ditantang.
Serangkaian kasus carok yang terus terjadi di Madura menunjukkan betapa dalamnya budaya duel berdarah ini mengakar di masyarakat setempat.
Insiden terbaru di Tanah Merah, Bangkalan, hanya menambah panjang daftar tragedi carok yang telah menewaskan banyak nyawa.
Diperlukan pendekatan yang lebih serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini dan mencegah terulangnya kembali kejadian serupa di masa depan. ***