News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Warga Kena Prank Perumahan Murah di Surabaya, Sales Beri Klarifikasi

Azril Arham • Rabu, 21 Agustus 2024 | 23:29 WIB
Ratusan Warga Kena Prank Perumahan Murah di Surabaya
Ratusan Warga Kena Prank Perumahan Murah di Surabaya

RadarBangkalan.id - Peristiwa ini bermula ketika seorang agen properti bernama Dian Agung, yang dikenal dengan nama pengguna TikTok @iyan_istimiwir, mempromosikan perumahan subsidi di platform media sosial tersebut.

Dengan lebih dari 114 ribu pengikut, promosi yang dilakukan Iyan mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Ia menawarkan hunian dengan uang muka (DP) sebesar Rp 2 juta dan cicilan hanya Rp 900 ribuan per bulan, yang tentu saja menarik minat banyak orang.

Dari promosi tersebut, banyak warga yang tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai perumahan tersebut.

Untuk itu, Iyan mengumpulkan calon pembeli untuk diberikan pengarahan (briefing) sebelum melakukan survei ke lokasi rumah pada Minggu, 18 September 2024, sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Menurut penjelasan Iyan, perumahan subsidi ini sudah menarik perhatian ratusan orang sejak satu bulan sebelumnya tanpa ada masalah berarti.

Namun, pada hari briefing tersebut, jumlah peserta yang datang membludak, diperkirakan mencapai 300-500 orang.

Awalnya, Iyan berencana mengadakan briefing di lapangan yang terletak di Jalan Tambak Wedi, Surabaya.

Namun, karena di lapangan tersebut sedang berlangsung acara perayaan HUT ke-79 RI, Iyan terpaksa memindahkan lokasi briefing ke sebuah ruko di sekitar Jalan Tambak Wedi.

Iyan mengaku tidak mengetahui bahwa di ruko tersebut terdapat kantor properti yang saat itu sedang tutup.

Namun, warga sekitar tidak mengizinkan mereka menggunakan tempat itu, sehingga Iyan dan ratusan calon pembeli diusir dari lokasi tersebut.

Setelah diusir, Iyan membawa ratusan orang tersebut ke depan SDN Kedung Cowek I untuk melanjutkan briefing.

Namun, situasi semakin memanas karena banyak warga yang sudah terprovokasi dan salah paham dengan informasi yang diberikan.

Menurut Iyan, ia berusaha menjelaskan situasinya, namun belum selesai memberikan penjelasan, banyak orang yang mulai marah dan terprovokasi.

Kerumunan massa yang semakin banyak memaksa pihak berwajib, termasuk Satpol PP dan kepolisian, untuk turun tangan membubarkan massa demi menjaga ketertiban.

Iyan bahkan sempat mengalami tindakan kasar, seperti ditendang dan diludahi oleh beberapa orang yang marah, namun ia mengaku tetap sabar menghadapi situasi tersebut.

Setelah kerumunan dibubarkan, Iyan diajak ke Mapolsek Kenjeran untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa tidak ada warga yang dirugikan secara finansial karena belum ada transaksi apapun yang dilakukan. 

Menurut Iyan, mereka tidak pernah meminta pembayaran DP sebelum calon pembeli tertarik dan sudah melakukan survei serta screening data terlebih dahulu.

Sebagian besar warga yang merasa kecewa akhirnya memilih pulang, namun sekitar 30 orang tetap melanjutkan perjalanan untuk melakukan survei ke lokasi rumah subsidi yang ternyata berada di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kasus ini telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat, terutama mereka yang merasa tertipu dengan informasi lokasi perumahan yang awalnya dikira berada di Surabaya utara.

Salah satu warga yang terkena prank adalah Nanik Christin, seorang warga Surabaya. Ia mengaku awalnya tertarik dengan promosi perumahan tersebut karena cicilannya yang murah, yakni Rp 900 ribu per bulan dengan tenor 25 tahun.

Namun, kekecewaan muncul ketika Nanik mendatangi lokasi perumahan yang ternyata berada di Madura, bukan di Surabaya seperti yang ia bayangkan.

Nanik juga menyebut bahwa kejadian ini menyebabkan kemarahan warga di lokasi tempat briefing karena acara tersebut tidak memiliki izin resmi, sehingga sempat menimbulkan keributan dan harus dipindahkan ke lokasi lain.

Menanggapi kejadian ini, Iyan berencana untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut melalui akun TikToknya.

Ia menyebut bahwa video klarifikasi sudah disiapkan dan akan segera diunggah untuk menjelaskan situasi sebenarnya kepada para pengikutnya. ***

 

TRADISIONAL: Seorang perempuan menari mengikuti alunan musik daul RSIA Glamour Husada Kebun dalam karnaval kemerdekaan di Kecamatan Kamal Selasa (20/8). (JUPRI/JPRM)
TRADISIONAL: Seorang perempuan menari mengikuti alunan musik daul RSIA Glamour Husada Kebun dalam karnaval kemerdekaan di Kecamatan Kamal Selasa (20/8). (JUPRI/JPRM)
Editor : Azril Arham
#prank #surabaya #perumahan murah