RadarBangkalan.id - Setiap sekolah punya tugas penting untuk memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik) sebelum batas waktu yang ditentukan.
Kenapa? Karena pembaruan ini berhubungan langsung dengan jumlah bantuan operasional sekolah (BOS) yang bakal diterima.
Sayangnya, tidak semua sekolah sudah menyelesaikan pembaruan ini. Akibatnya, mereka bisa saja terancam tidak mendapatkan dana BOS yang mereka butuhkan.
Feri Andika Fendi, Admin Operator Pengolah Data BOS SMP Dispendik Bangkalan, menjelaskan bahwa proses update Dapodik sedang berlangsung.
Sekolah-sekolah yang ingin mendapatkan dana BOS harus memastikan data mereka sudah diperbarui.
“Pengisian Dapodik ini penting banget untuk menentukan besaran BOS yang diterima di tahun 2025,” kata Feri pada Selasa (27/8).
Hingga hari Selasa, tercatat ada 18 SMP yang belum memperbarui Dapodik mereka.
Sebagian besar dari sekolah-sekolah ini biasanya menerima BOS. “Data mengenai sekolah-sekolah ini bisa dicek di laman Dapodikdasmen,” tambahnya.
Pembaruan Dapodik dijadwalkan berakhir pada Sabtu (31/8). Jadi, Feri mengimbau semua sekolah untuk segera menyelesaikan proses sinkronisasi data mereka. Jika tidak, bisa berdampak pada alokasi BOS di tahun berikutnya.
“Kalau ada sekolah yang belum update, siswa kelas satu mereka tidak akan terdaftar. Semua data siswa harus sinkron,” jelas Feri.
Ada beberapa alasan kenapa beberapa sekolah belum tuntas dalam proses sinkronisasi ini.
Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang mengelola data.
“Contohnya, tahun lalu ada satu sekolah swasta yang tidak mengisi Dapodik karena berkas izin operasionalnya tidak diunggah, jadi dianggap tidak aktif,” paparnya.
Kepala SMPN 1 Bangkalan, Hermanto, juga mengakui bahwa proses sinkronisasi di sekolahnya belum selesai.
Dia menjelaskan bahwa mereka mengalami masalah dengan akses ke laman Dapodik.
“Kemarin servernya bermasalah dan kami tidak bisa mengakses. Tapi begitu server kembali normal, kami akan segera menyelesaikan pengisian data,” ungkap Hermanto. ***
Editor : Azril Arham