Radarbangkalan.id - Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendapat kritikan dari warga karena dinilai kurang sigap dalam menangani peristiwa kebakaran yang terjadi.
Hal ini terlihat saat tidak ada satu pun petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian ketika gudang rongsok di Jalan Kusuma Bangsa terbakar pada Jumat (30/08/2024) sekitar pukul 18.30 WIB.
Ridwan (45), warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, merasa sangat kecewa dengan respons lambat dari petugas Damkar.
"Saat api masih kecil, saya langsung datang ke kantor Damkar untuk meminta bantuan, tapi tidak ada satupun petugas yang piket," ujarnya dengan nada kesal.
Beberapa saat kemudian, petugas Damkar tiba di lokasi, namun bangunan sudah dalam kondisi hangus dan roboh,
sehingga tidak ada barang yang dapat diselamatkan. "Petugas Damkar datang setelah bangunan sudah hangus, apa yang bisa diselamatkan coba?!" keluh Ridwan.
Menurut Ridwan, kurangnya perlengkapan dan keterlambatan respons dari petugas Damkar mengakibatkan gudang tersebut terbakar habis hingga rata dengan tanah.
"Jujur saya sebagai masyarakat merasa kecewa dan kesal, semestinya jika petugasnya sigap dan stanby, mungkin apinya masih bisa dikendalikan," tambahnya.
Ridwan juga menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Sampang mengevaluasi kembali kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) petugas Damkar.
"Saya berharap ini menjadi catatan bagi Pemkab Sampang untuk melakukan evaluasi agar hal ini tidak terulang kembali," pungkasnya.
Dari pantauan kontributor RadarBangkalan.id, kobaran api terus membesar dan sulit dipadamkan. Beberapa unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan,
dibantu oleh mobil water cannon milik Polres Sampang, untuk memadamkan api yang menjalar ke rumah warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemadam melalui Kabid Damkar Sampang belum bisa dikonfirmasi karena nomor telepon selulernya tidak aktif.