News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Warga Bentrok Bawa Sajam di Puskesmas Geger, Ini Pemicunya!

Agus Sulaiman • Rabu, 30 April 2025 | 22:38 WIB

Ilustrasi bentrokan warga.
Ilustrasi bentrokan warga.

RadarBangkalan.id - Insiden tak terduga terjadi di Puskesmas Geger, Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan pada Selasa, 29 April 2025, ketika Kepala Desa (Kades) terlibat dalam sebuah perkelahian dengan warga bernama MDH.

Kejadian ini berawal dari suara klakson kendaraan milik Kades yang menyebabkan ketegangan di jalan raya.

Kades, yang sedang dalam perjalanan dan hendak menyapa temannya yang terjebak kemacetan, tanpa sengaja membunyikan klakson.

Namun, suara klakson tersebut membuat MDH yang berada di depan kendaraan merasa kesal dan merasa dirinya diklakson oleh Kades.

Baca Juga: BNN Musnahkan 23 Kg Narkoba di Sampang, Zona Hitam Narkoba di Madura Jadi Sorotan

Merasa tersinggung, MDH kemudian menantang Kades untuk berduel, bahkan mengajaknya berkelahi dalam tradisi carok.

Meskipun merasa diganggu, Kades memilih untuk mengabaikan tantangan tersebut dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

"Kades tidak menghiraukan ucapan MDH dan memilih untuk pulang," ujar Hendro, seorang saksi kejadian.

Sesampainya di rumah, Kades menceritakan kejadian tersebut kepada salah satu perangkat desanya, BS.

BS, yang merasa tidak terima dengan tindakan MDH yang lebih muda dan berani menantang Kades, kemudian mengejar MDH yang kebetulan melintas di depan rumah Kades. Kejar-kejaran ini berujung pada cekcok dan saling bacok di jalan desa setempat.

Akibat dari perkelahian tersebut, BS mengalami luka di pelipis kiri dan segera dilarikan ke Puskesmas Geger untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: Pembuat Patung Biawak Wonosobo Raih Sertifikat Hak Cipta

Sementara itu, MDH mengalami luka di lengan kiri dan harus dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, kejadian tidak berhenti di situ. Pihak keluarga MDH yang tidak terima dengan aksi pembacokan tersebut datang ke Puskesmas Geger dengan membawa parang.

Situasi semakin tegang, dan petugas medis segera mengambil tindakan dengan mencegah warga untuk memasuki ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk menjaga keselamatan pasien dan menghindari kericuhan lebih lanjut.

Keduanya kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit. BS dirujuk ke rumah sakit di Surabaya, sementara MDH dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Pihak kepolisian pun turun tangan untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak guna menyelesaikan masalah ini secara damai. ***

Editor : Agus Sulaiman
#bangkalan #Puskesmas Geger #Kades dan warga berkelahi #kades #bentrokan