RadarBangkalan.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan terus memburu dua pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus pembegalan sepeda motor milik Maidatul Hasanah, seorang guru SDN Lerpak 2, Kecamatan Geger.
Salah satu terduga pelaku pembegalan, yang diketahui bernama Sari, berhasil ditangkap di sebuah kos-kosan di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, pada Senin (21/4) sekitar pukul 17.00 WIB.
Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan di wilayah Madura.
Saat proses penangkapan berlangsung, Sari melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menggunakan celurit.
Baca Juga: Aksi Pencopetan oleh Emak-Emak di Pasar Socah Gagal Setelah Dipergoki Pedagang
Akibatnya, tim Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan terpaksa menembak kaki kiri Sari sebagai tindakan tegas dan terukur.
Dua rekan Sari yang terlibat dalam aksi pembegalan tersebut, masing-masing berinisial R dan H, kini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
"Kami sudah mencoba menangkap R dan H di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada Selasa (29/4), namun mereka lebih dulu kabur. Kami hanya menemukan sepeda motor milik korban," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono.
Kapolres Hendro Sukmono menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk segera menangkap kedua pelaku pembegalan yang masih buron tersebut.
Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses pengejaran bisa berjalan lancar.
"Kami tidak akan membiarkan kejahatan jalanan, khususnya begal motor, terus meresahkan warga. Mohon doa dan dukungan agar dua pelaku lainnya segera tertangkap," tegas Hendro.
Baca Juga: Gencarkam Razia Kendaraan, Polres Bangkalan Sita Ratusan Motor Diduga Hasil Curanmor
Dari hasil interogasi, Sari mengaku mengenal R dan H saat menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Surabaya pada tahun 2024.
Kedua buronan tersebut sebelumnya ditahan karena kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Sari mengungkapkan bahwa motif pembegalan sepeda motor guru SD di Bangkalan adalah untuk membayar utang, dan sebagian uang hasil penjualan motor juga akan digunakan untuk membeli narkoba. ***
Editor : Agus Sulaiman