News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Waspada! Produk Diduga Mengandung Minyak Babi Ditemukan di Toko Modern Bangkalan

Agus Sulaiman • Senin, 12 Mei 2025 | 17:11 WIB
DIDUGA MENGANDUNG MINYAK BABI: Plt Kabid Metrologi Diskop Umdag Bangkalan Delly Septiana menunjukkan produk marshmallow yang terindikasi minyak babi di ruang kerjanya, Kamis (8/5). (IMAMUIDN/JPRM)
DIDUGA MENGANDUNG MINYAK BABI: Plt Kabid Metrologi Diskop Umdag Bangkalan Delly Septiana menunjukkan produk marshmallow yang terindikasi minyak babi di ruang kerjanya, Kamis (8/5). (IMAMUIDN/JPRM)

RadarBangkalan.id - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan menemukan produk makanan yang diduga mengandung minyak babi dalam inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko modern di Kota Bangkalan.

Sampel produk tersebut kini telah dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk pengujian kandungan bahan.

Plt Kabid Metrologi Diskop Umdag Bangkalan, Delly Septiana, menjelaskan bahwa sidak dilakukan di beberapa gerai ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart.

Dalam sidak tersebut, ditemukan satu produk yang dicurigai tidak memenuhi standar kehalalan karena mengandung minyak babi.

Baca Juga: Istimewa ! Bupati Bangkalan Hadiri Pemberangkatan Jemaah Calon Haji Bangkalan Kloter 29 dan 30

“Untuk memastikan, kami telah mengirim sampel produk ke Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium,” ungkap Delly. Namun, hingga kini hasil laboratorium belum keluar karena reagen yang dibutuhkan belum tersedia.

Delly mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli produk makanan, terutama produk impor atau produk yang mengandung gelatin.

Ia menyarankan agar konsumen selalu memeriksa komposisi bahan dan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.

“Ke depan, kami akan kembali turun melakukan pengecekan ke beberapa toko ritel lainnya untuk memastikan keamanan produk yang beredar,” tambahnya.

Seorang konsumen asal Bangkalan, Nia Ramadani, mengaku terkejut saat mengetahui bahwa produk marshmallow favoritnya diduga mengandung minyak babi.

Ia sebelumnya merasa yakin karena produk tersebut telah memiliki label halal.

Baca Juga: Bolehkah Wisuda Siswa Sekolah Pakai Toga? Ini Tanggapan dari Kadisdik Bangkalan

“Saya tidak menaruh curiga karena sudah ada label halal MUI,” ujarnya. Namun, setelah mendengar kabar ini, ia menjadi lebih hati-hati dan mempertanyakan apakah gelatin yang digunakan benar-benar berasal dari sapi.

Nia berharap agar pemerintah dan instansi terkait semakin aktif dalam mengawasi produk makanan di pasaran, terutama di tengah kepercayaan konsumen terhadap produk berlabel halal.

“Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Jadi, produk yang mengandung babi sangat sensitif. Jangan sampai ada kelalaian lagi dalam pengawasan,” tegasnya. ***

Editor : Agus Sulaiman
#produk tidak halal #bangkalan #uji laboratorium #produk mengandung minyak babi