News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Waspadai Cuaca Ekstrem, BPBD Bangkalan Imbau Masyarakat Siaga Hadapi Potensi Longsor

Agus Sulaiman • Senin, 12 Mei 2025 | 18:55 WIB
MENGGUNAKAN ALAT SEADANYA: Warga membersihkan  jalan yang tertimbun tanah longsor di Dusun Kolla, Desa Paterongan, Galis, Sabtu (11/5). (BPBD UNTUK JPRM )
MENGGUNAKAN ALAT SEADANYA: Warga membersihkan jalan yang tertimbun tanah longsor di Dusun Kolla, Desa Paterongan, Galis, Sabtu (11/5). (BPBD UNTUK JPRM )

RadarBangkalan.id – Memasuki musim pancaroba, masyarakat Kabupaten Bangkalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama tanah longsor.

Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Eko Sugiharto, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan deras masih berpotensi terjadi di sejumlah kawasan, khususnya daerah rawan bencana.

“Di musim pancaroba ini, potensi longsor masih cukup tinggi. Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah dekat tebing atau dataran tinggi, untuk lebih waspada,” ujarnya.

Baca Juga: Sepi Penumpang, Bus Trans Bangkalan Bakal Dialihfungsikan

Bencana tanah longsor telah terjadi di Kecamatan Galis dan Kecamatan Blega pada Jumat (9/5).

Kejadian tersebut mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan dan akses jalan desa sempat tertutup material longsor.

Lokasi terdampak berada di Dusun Kolla dan Dusun Tengginah, Desa Paterongan, Kecamatan Galis, serta di Desa Lomaer, Kecamatan Blega. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi. Meski terkendala personel, kami dibantu oleh warga sekitar dalam proses penanganan,” tambah Eko Sugiharto.

Untuk mengantisipasi risiko bencana, BPBD Bangkalan mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kondisi tanah, seperti penebangan pohon di daerah rawan.

“Jika terjadi bencana, masyarakat diharapkan segera melapor ke BPBD agar bisa segera dilakukan penanganan,” tegasnya.

Baca Juga: Waspada! Produk Diduga Mengandung Minyak Babi Ditemukan di Toko Modern Bangkalan

Salah satu warga terdampak, Syamsul dari Desa Paterongan, mengungkapkan bahwa hujan lebat pada hari kejadian menyebabkan tanah ambles dan merusak salah satu rumah warga.

“Jalan desa juga sempat tertutup. Kami gotong royong bersama warga untuk membuka akses,” katanya. ***

Editor : Agus Sulaiman
#musim pancaroba #bangkalan #cuaca ekstrem #tanah longsor