News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

QRIS Jadi Solusi! Diskop Umdag Bangkalan Bakal Terapkan Pembayaran Digital

Agus Sulaiman • Selasa, 13 Mei 2025 | 18:23 WIB
Ilustrasi QRIS.
Ilustrasi QRIS.

RadarBangkalan.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangkalan dari sektor retribusi pasar dinilai belum optimal. Hal ini diakui langsung oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan.

Karena rawan kebocoran, Diskop Umdag berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan PAD tersebut.

Plt Kepala Diskop Umdag Bangkalan, Achmad Siddik, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang membahas berbagai strategi untuk mengoptimalkan PAD dari sektor pasar.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah peningkatan dalam pengelolaan objek pajak dan retribusi.

Baca Juga: Dishub Bangkalan Akan Tindak Tegas Jukir Nakal yang Abaikan Aturan Parkir

“Masih kami bahas soal optimalisasi pengelolaan PAD pasar. Banyak hal yang harus dievaluasi,” ujarnya, Senin (13/5/2025).

Menurut Siddik, salah satu solusi konkret yang tengah dirancang adalah penggunaan sistem digitalisasi dalam penarikan retribusi pasar, seperti penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Sistem ini diharapkan bisa meminimalkan kebocoran retribusi dan memastikan transparansi.

“Kami berencana menggunakan QRIS sebagai solusi agar PAD dari retribusi pasar bisa meningkat dan lebih aman dari kebocoran,” tegasnya.

Selain sektor pasar, Diskop Umdag juga akan memaksimalkan retribusi ternak dan retribusi parkir.

Tiga sektor ini dinilai sangat potensial dan mampu memberikan kontribusi besar terhadap PAD jika dikelola dengan sistem yang lebih modern.

Baca Juga: Sejarah Tower PUDAM di Pusat Kota Bangkalan, Peninggalan Belanda yang Berusia Hampir Satu Abad yang Masih Kokoh

Wakil Ketua I DPRD Bangkalan, Fatkurrahman, menyatakan bahwa PAD dari retribusi pasar selama ini belum dikelola secara maksimal.

Salah satu penyebabnya adalah sistem penarikan yang masih bersifat konvensional, sehingga rawan bocor dan tidak transparan.

“Kami melihat sistem saat ini masih lemah. Oleh karena itu, kami akan panggil Diskop Umdag untuk membahas solusi bersama,” ujarnya. ***

Editor : Agus Sulaiman
#retribusi pasar #bangkalan #Diskop Umdag #qris #pembayaran digital