News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Petani Tembakau Cemas Hadapi Musim Tanam 2025 Akibat Hujan Ekstrem

Mohammad Sugianto • Minggu, 18 Mei 2025 | 15:09 WIB
Kondisi bibit tembakau yang ada di wilayah Lojejer Wuluhan Kab. Jember
Kondisi bibit tembakau yang ada di wilayah Lojejer Wuluhan Kab. Jember

Radarbangkalan.id-Sejumlah wilayah sentra tembakau di Indonesia dilanda kecemasan akibat cuaca ekstrem yang terus berlangsung hingga pertengahan Mei. Para petani tembakau menyuarakan kekhawatiran mereka karena musim tanam yang seharusnya sudah dimulai kini terhambat oleh hujan deras yang turun hampir setiap hari.

Hampir di semua daerah mengalami anomaly cuaca. Termasuk di daerah Jawa Timur saat ini. Sebagian petani ada yang sudah melakukan penanaman dan ada juga yang masih menunda. Bagi Sebagian petani masih belum bisa memulai penanaman karena lahan terlalu basah dan rentan tergenang air. Padahal, waktu tanam yang ideal untuk tembakau dimulai pada awal Mei hingga pertengahan Juni. "Seharusnya kami sudah mulai menanam sejak awal bulan, tapi lahan masih seperti sawah karena hujan terus-menerus," Kata Ali seorang petani tembakau dari Kabupaten Sampang.

Cuaca ekstrem tahun ini dipicu oleh anomali iklim yang menyebabkan pola hujan tidak menentu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa curah hujan di bulan Mei 2025 ini jauh di atas normal, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kondisi ini membuat petani menghadapi dilema. Menunda tanam berarti memperpendek masa panen, sementara memaksakan tanam dalam kondisi lahan basah berisiko merusak tanaman dan menurunkan kualitas daun tembakau yang sangat bergantung pada sinar matahari.

Selain ancaman penurunan kualitas, keterlambatan musim tanam juga berpotensi berdampak pada harga jual tembakau di musim panen nanti. Jika pasokan menurun dan kualitas tembakau tidak sesuai standar pabrikan, petani terancam rugi besar.

Ketua Asosiasi Petani Jawa Timur (APTI) K Muhdi menghimbau kepada petani tembakau untuk bersabar menghadapi cuaca ekstrim tahun ini. "Yang mau tanam tembakau di pertengahan bulan Mei ini sebaiknya ditunda, karena cuaca masih ekstrim,” Katanya di group APTI se- Jatim.

Pria Asli Kab. Lamongan itu mengatakan penundaan tanam itu dimaksudkan untuk mengurangi resiko kerugian besar akibat gagal tanam. ”Yang di daerah pegunungan silahkkan lanjut tanam, yang tegal dan sawah menunggu cuaca membaik,” pesannya.

 

 

 

Editor : Mohammad Sugianto
#bmkg #disbun jatim #musim hujan #petani tembakau #tembakau