BANGKALAN-Proses penerimaan peserta didik baru (SPMB) untuk jenjang SMA/SMK negeri tahun ajaran 2025 di Jawa Timur tengah berjalan. Tahapan awal berupa entri nilai rapor dari jenjang SMP/sederajat ditutup pada Sabtu, 24 Mei 2025. Saat ini, data tersebut tengah diverifikasi hingga Rabu, 28 Mei.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan tiga rayon SPMB di Kabupaten Bangkalan. Pembagian ini bertujuan untuk mengelompokkan wilayah geografis pendaftaran siswa berdasarkan kedekatan domisili.
“Sama seperti tahun lalu, ada tiga rayon. Sebelumnya istilahnya zonasi,” ujar Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan, Moh. Fauzi, Senin, 26 Mei 2025.
Baca Juga: Sekolah Dilarang Tambah Rombel di Luar Ketentuan, Sanksi Menanti
Rayon satu mencakup Kecamatan Bangkalan, Kamal, dan Labang. Rayon dua meliputi Kecamatan Blega, Konang, Modung, Kwanyar, Galis, serta Tanah Merah. Adapun rayon tiga terdiri dari Kecamatan Tanjungbumi, Kokop, Sepulu, Arosbaya, dan Geger.
“Ini sudah ditentukan oleh provinsi. Tidak diperkenankan hanya satu rayon. Untuk wilayah di luar tiga rayon itu, ada sistem tersendiri karena masuk wilayah perbatasan,” kata Fauzi.
SPMB tahun ini terbagi dalam empat tahap. Tahap pertama mencakup jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba bagi siswa SMA maupun SMK. Tahap kedua dikhususkan untuk jalur prestasi akademik jenjang SMA. Sementara tahap ketiga dibuka untuk jalur domisili bagi SMA dan SMK. Terakhir, tahap keempat diperuntukkan bagi jalur prestasi akademik khusus SMK.
“Saat ini kami masih dalam tahap entri nilai rapor dari SMP dan MTs sederajat,” ujar Fauzi.
Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan, Abdillah Rahman, mengingatkan pentingnya sosialisasi menyeluruh agar tidak ada siswa yang tertinggal informasi mengenai proses pendaftaran.
“Jangan sampai ada siswa yang ingin masuk SMA atau SMK negeri tetapi nilai rapornya tidak terinput. Sosialisasi harus maksimal dengan melibatkan instansi yang membawahi SMP dan MTs,” katanya.
Editor : Mohammad Sugianto