News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BLT DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Petani Tembakau di Bangkalan Belum Cair

Mohammad Sugianto • Selasa, 27 Mei 2025 | 18:50 WIB
Petani tembakau saat melakukan pemilihan hama didampingi oleh penyuluh pertanian
Petani tembakau saat melakukan pemilihan hama didampingi oleh penyuluh pertanian

Jawa Pos Radar Madura – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk buruh pabrik rokok dan petani tembakau di Bangkalan tahun 2025 kembali dialokasikan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Meski sudah dialokasikan, hingga pertengahan triwulan kedua, BLT DBHCHT belum dicairkan. Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan menyatakan masih dalam proses verifikasi dan validasi data calon keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Bangkalan, Mohammad Aminullah, mengungkapkan bahwa realisasi BLT DBHCHT tahun ini direncanakan cair pada triwulan ketiga. Saat ini, verifikasi terhadap 190 calon penerima yang terdiri dari 78 buruh pabrik rokok dan 112 petani tembakau masih berlangsung.

“Total anggaran BLT DBHCHT tahun 2025 sebesar Rp 200 juta. Setiap penerima akan mendapat Rp 500 ribu per bulan selama dua bulan, jadi total Rp 1 juta per KPM,” jelas Aminullah, Senin (26/5).

Nominal bantuan tahun ini memang lebih kecil dibandingkan 2024, di mana setiap KPM menerima Rp 1,8 juta. Namun, jumlah penerima meningkat signifikan, dari 36 KPM pada tahun lalu menjadi 190 KPM tahun ini.

BLT DBHCHT diprioritaskan untuk petani dan pekerja di sektor industri tembakau. Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri tembakau di Bangkalan, yang dikenal sebagai Kota Salak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Pelaksana Tugas Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, Syaifullah, menambahkan bahwa data petani tembakau penerima BLT sesuai dengan inventarisasi lembaganya yang berasal dari data tahun 2024.

“Pertanian tembakau di Bangkalan memang meningkat. Minat masyarakat untuk menanam makin tinggi, meski tidak sebesar tiga kabupaten lain di Madura. Semoga ke depan terus bertambah,” ujarnya.(lil/jup)

Editor : Mohammad Sugianto
#dinsos #Kesra #BLT DBHCHT #petani tembakau #BLT 2025 Mulai Cair #APTI Jatim