News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Èn-Maènan, Musik Etnik Modern, Menyentuh Memori Kolektif Masa Kecil Anak Madura

Ina Herdiyana • Rabu, 28 Mei 2025 | 20:38 WIB

LESTARIKAN SENI MUSIK: Diskusi musik videografi dan etnik modernistik dalam tajuk Èn-Maènan. (HENDRA GEMMA UNTUK JPRM)
LESTARIKAN SENI MUSIK: Diskusi musik videografi dan etnik modernistik dalam tajuk Èn-Maènan. (HENDRA GEMMA UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Musisi Hendra Gemma kembali hadir dengan karya terbarunya bertajuk Èn-Maènan.

Komposisi instrumental gitar elektrik ini mengusung semangat etnik-modernistik. Yakni, menggabungkan unsur budaya lokal Madura dengan nuansa romantik khas musik rock populer.

Yang unik, karya ini tidak dimulai dengan denting gitar, tetapi dibuka oleh suara-suara permainan tradisional anak-anak Madura.

Baca Juga: Empat Kabupaten di Madura Masuk 1.000 Lebih Karya Inovasi di EJIES 2025

Elemen ini menjadi penanda kuat kearifan lokal (local wisdom) yang diusung Hendra. Disusul tabuhan tuk-tuk, ritme khas dalam lagu-laguan atau tembang anak Madura, yang memberikan sentuhan nostalgia di awal komposisi.

Setelah pembuka yang kental dengan nuansa tradisi, musik kemudian mengalun menuju aransemen elektrik rock yang lebih dinamis —menawarkan nada-nada yang tidak hanya enak didengar, tapi juga menyimpan rasa rindu pada masa lalu.

Menurut seniman Bangkalan M. Helmi, Èn-Maènan bukan sekadar judul lagu, melainkan juga ide besar yang ingin Hendra sampaikan. Bahwa permainan-permainan kecil masa kanak-kanak, jika dinikmati sepenuh hati, bisa menjadi pengalaman yang memberi nilai dan manfaat seumur hidup.

”Meski hanya èn-maènan, asal dinikmati, ia akan menjadi kenangan yang berharga,” tulis Helmi dalam akun Facebook Komunitas Masyarakat Lumpur beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Wow! Anggaran Lima OPD di Bangkalan Naik Rp 99 Miliar?

Dalam lanskap musik digital yang serbacepat dan modern, Hendra mencoba menghadirkan “koreksi kultural” terhadap realitas masa kecil anak hari ini, yang menurut dia, tak lagi seakrab dulu dengan bentuk-bentuk permainan tradisional.

Lewat gitar, dia ingin membunyikan ingatan kolektif—tentang apa yang pernah dimainkan, dikenang, dan (mungkin) takkan pernah kembali. 

Diskusi Musik Videografi dan Etnik Modernistik ini diinisiasi oleh Komunitas Masyarakat Lumpur, Atelier Karyana, Di Atas Langit, dan Kopi Lembah. Acara ini akan diselenggarakan Jumat (30/5) pukul 19.00 di Atelier Karyana Arosbaya. 

Duskusi musik ini akan dipandu oleh Rahmat Agus Hidayat dengan menghadirkan beberapa pemateri. Antara lain, Hendra Gemma, Anwar Sadat, Amir Muhammad Arslan, dan M. Helmi. 

Baca Juga: Bangkalan Paling Antusias Ikuti Lomba Inovasi EJIES 2025, Total 1000 lebih Karya Inovasi Yang Dikirim. Sampang, Pamekasan, dan Sumenep Hanya Puluhan

Selain itu, ada music performance spesial "Sedarimu" dari Ara Fiansyah sehingga menambah suasana lebih akrab dan hangat. Jadi, mari hadir dan bernostalgia bersama. (*)

Editor : Ina Herdiyana
#madura #bangkalan #populer #tradisional #anak muda #Arosbaya #musik #permainan #rock