Bangkalan-Gelaran East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 memunculkan kejutan dari Kabupaten Bangkalan. Dalam ajang inovasi pendidikan bergengsi ini, Bangkalan mencatat prestasi sebagai penyumbang karya inovasi terbanyak se-Madura. Tercatat lebih dari 1.000 karya dari guru dan lembaga pendidikan di wilayah ini telah dikirimkan untuk dinilai tim juri.
Capaian ini mendapat sorotan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bangkalan, Pinky Hidayati, yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan tenaga kependidikan (GTK) di bawah naungannya.
“Bangkalan masuk dalam 10 besar kabupaten dengan jumlah karya inovasi terbanyak se-Jawa Timur. Ini bukan angka sembarangan. Ini hasil dari semangat, kreativitas, dan komitmen luar biasa para pendidik kita,” tegas Pinky kepada Radarbangkalan.id, kemarin.
Tak berhenti di situ, Pinky juga menekankan bahwa partisipasi dalam EJIES bukan hanya soal kompetisi. Ia menyebut ajang ini sebagai ruang intelektual yang memberi tempat luas bagi para guru dan kepala sekolah untuk menyalurkan gagasan segar dan inovatif.
“Sekolah itu seharusnya jadi tempat lahirnya ide-ide segar, bukan tempat matinya gagasan. Dan EJIES adalah panggung yang memungkinkan para guru kita bicara lewat karya,” ujarnya mantap.
Melihat kualitas karya yang dikirim, Pinky menyatakan optimistis bahwa GTK asal Bangkalan berpeluang besar meraih penghargaan di tingkat Jawa Timur. Apalagi karya-karya yang masuk mencakup berbagai bidang inovasi—dari metode pengajaran kreatif, pemanfaatan teknologi, hingga program pengembangan kompetensi guru dan siswa.
Editor : Mohammad Sugianto