Radarbangkalan.id– Proses penilaian karya inovasi guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam ajang East Java Innovation in Education Summit (EJIES) 2025 resmi memasuki tahap seleksi. Program tahunan yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Jawa Pos ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui ide-ide kreatif dan solusi nyata dari para pendidik.
Pada tahap ini, tim juri independen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, termasuk Universitas Trunojoyo Madura (UTM), mulai melakukan evaluasi terhadap ratusan karya inovatif yang telah dikirimkan oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk empat kabupaten di Pulau Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Penilaian Dilakukan oleh Tim Juri Profesional dan Independen
Salah satu juri dari UTM, Mohtazul Farid, menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif, profesional, dan transparan. Setiap karya yang masuk akan dinilai berdasarkan empat indikator utama yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara, yaitu:
- Orisinalitas ide – Seberapa baru dan unik ide yang diajukan.
- Dampak nyata – Efektivitas penerapan inovasi di lingkungan sekolah.
- Keberlanjutan program – Kemampuan inovasi untuk dijalankan dalam jangka panjang.
- Potensi replikasi – Kemungkinan penerapan ide di satuan pendidikan lainnya.
"Kami diberikan waktu penjurian mulai 21 Mei hingga 10 Juni 2025. Ini waktu yang cukup untuk menilai secara menyeluruh dan mendalam. Harapannya, hasil penilaian nanti bisa sejalan dengan ekspektasi dari Dinas Pendidikan Jawa Timur," ujar Mohtazul.
Harapan Ditemukannya 10 Karya Terbaik Setiap Kabupaten
Proses seleksi akan menjaring 10 karya inovasi terbaik dari setiap kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurut Abdullah, salah satu juri lainnya, indikator yang telah disusun oleh panitia sangat membantu juri dalam melakukan evaluasi.
“Kami hanya perlu mencocokkan isi karya dari para peserta dengan indikator yang sudah ditetapkan. Mudah-mudahan, kami bisa menemukan 10 karya inovatif yang benar-benar unggul dan berdampak nyata bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.
Editor : Mohammad Sugianto