News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Berbelanja Unik Pakai Koin Bambu di Pasar Kebun Saronggi

Ina Herdiyana • Selasa, 3 Juni 2025 | 22:36 WIB
KHAS: Rani melayani pembeli di kedai Pasar Bambu, Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Minggu (1/6). (INA HERDIYANA/RADARBANGKALAN.ID)
KHAS: Rani melayani pembeli di kedai Pasar Bambu, Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Minggu (1/6). (INA HERDIYANA/RADARBANGKALAN.ID)

SUMENEP, RadarBangkalan.id – Pasar Kebun Saronggi menjadi pusat perhatian warga. Di pasar ini pengunjung diajak merasakan pengalaman berbelanja yang unik, yaitu menggunakan koin bambu sebagai alat pembayaran.

Tradisi yang jarang ditemukan di pasar modern ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Saat memasuki area pasar, aroma khas makanan tradisional langsung menyambut. Semua kedai lincak dengan konstruksi bambu berdiri kukuh. Wadah makanan yang berbalut daun pisang semakin menegaskan nuansa alami dan tradisional pasar ini.

 Baca Juga: Pasar Kebun Saronggi, Surga bagi Pencinta Makanan Tradisional dan Nuansa Tempo Dulu

Pengunjung yang ingin berbelanja harus menukarkan uang rupiah mereka dengan koin bambu di loket penukaran.

Selain menjaga keunikan, sistem ini memudahkan pedagang dan pengunjung dalam bertransaksi di tengah hiruk pikuk keramaian.

”Dengan koin bambu, kami ingin mengajak pengunjung kembali ke atmosfer dulu sekaligus mendukung kelestarian budaya dan lingkungan,” ucap salah seorang petugas penukaran uang.

Sementara itu, para pedagang mengaku sistem ini membuat pembayaran jadi lebih lancar dan mengurangi penggunaan plastik.

Harga yang ditawarkan juga bersahabat, cocok untuk semua kalangan. Hal itu disampaikan oleh Rani, salah seorang penjual makanan tradisional di pasar tersebut.

Rani menuturkan, ada tiga varian menu yang dijual di pasar tersebut. Antara lain, pisang goreng, tempe goreng, dan apen. Untuk pisang goreng dan tempe goreng, satu koin dapat dua biji. Sementara satu porsi apen seharga dua koin.

Bagi Rani, Pasar Kebun ini bukan hanya tentang pengenalan makanan tradisional kepada masyarakat, melainkan juga tentang aktivitas yang bahu-membahu satu sama lain demi membangun sebuah momen di era digitalisasi.

”Sebagai penjual dari desa lain (Marengan Daya), saya mendapat banyak dukungan dan masukan dari masyarakat lokal. Harapannya, semoga Pasar Kebun ini tetap konsisten mempertahankan nilai tradisional, baik dari pihak manajemen maupun para penjual,” terang Rani.

Baca Juga: Menonton Film Yuni (2021), Menangkap Realitas tentang Perempuan dan Pendidikan di Tengah Budaya Patriarki

Pengalaman berbelanja dengan koin bambu ini bukan hanya soal transaksi, melainkan juga tentang nilai kearifan lokal yang sarat makna.

Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli, tetapi juga merasakan hangatnya interaksi sosial dan budaya yang dipertahankan dengan baik di Pasar Kebun Saronggi.

Ibna Asnawi, pengunjung asal Kecamatan Gapura, menceritakan pengalaman pertamanya saat berbelanja di Pasar Kebun.

”Ini pengalaman pertama saya berbelanja menggunakan koin bambu. Cukup unik, ini bisa jadi strategi baru dalam berbelanja, apalagi bagi sebagian orang yang ’bosan’ berbelanja dengan cara-cara lama,” ujarnya.

 

Editor : Ina Herdiyana
#makanan tradisional #unik #Pasar Kebun #wisata kuliner 2025 #Desa Saroka #berbelanja #koin #Saronggi