BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim merencanakan Kecamatan Kamal sebagai kawasan pendidikan. Dia optimistis Kamal memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat pendidikan.
"Sebab, di Kamal sudah berdiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM), salah satu universitas negeri di Madura," ungkap Lukman saat berdialog dengan mahasiswa UTM yang menggelar demonstrasi di kantor Pemkab Bangkalan, Selasa (3/6).
Lukman menjelaskan bahwa fondasi untuk menjadikan Kamal sebagai kawasan pendidikan sudah ada, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga lembaga pendidikan negeri. Kehadiran UTM menjadi kekuatan utama dalam pengembangan ini.
Baca Juga: Kejutan bagi Peternak di Hari Raya Kurban, Presiden Prabowo Borong Empat Ekor Sapi di Bangkalan
"Kamal memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan pendidikan yang maju dan terpadu. Saat ini yang perlu dilakukan adalah mematangkan konsep lingkungan menuju kawasan pendidikan," jelas Lukman.
Dia juga menambahkan bahwa secara geografis, Kamal yang dekat dengan Pelabuhan Ujung dan memiliki akses langsung ke Surabaya melalui Jembatan Suramadu memiliki posisi strategis. Hal ini semakin memperkuat alasan perlunya penataan kawasan berbasis pendidikan.
"Kamal adalah pintu gerbang Madura. Aksesnya mudah, lingkungannya sudah berkembang, tinggal kita lengkapi fasilitasnya. Jika konsepnya sudah jelas, insyaallah kami akan intervensi dengan kebijakan," tambahnya.
Namun, untuk mewujudkan rencana tersebut, Lukman menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Baca Juga: Antara Kandang dan Kampus, Abdullah, Dosen dan Juragan Sapi yang Tak Gentar Hadapi Pasang Surut
Ini mencakup transportasi umum yang terintegrasi, asrama mahasiswa yang layak dan terjangkau, serta peningkatan jaringan internet berkecepatan tinggi.
Lukman juga menyoroti perlunya ruang terbuka untuk diskusi, pusat kegiatan ilmiah, serta ekosistem usaha yang mendukung kawasan pendidikan.
Ini termasuk perpustakaan daerah, taman baca, dan coworking space, serta aspek keamanan dan ketertiban.
"Dengan penataan yang tepat dan dukungan dari semua pihak, kami optimis Kamal bisa menjadi ikon pendidikan di Madura. Ekosistem pendidikan yang utuh akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Peternak 69 Berkah Panen Cuan Raup Untung Ratusan Juta dari 390 Ekor Sapi Kurban
Ketua Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan, Abdillah Rahman, menyambut positif rencana bupati tersebut.
Namun, dia menekankan bahwa masalah pendidikan di Kota Zikir dan Salawat harus diselesaikan dengan serius agar pembentukan kawasan pendidikan tersebut berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.
"Petanya harus jelas, konsepnya harus matang. Selain itu, harus ada pemikiran jangka panjang yang diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kearifan lokal masyarakat Bangkalan," pungkasnya. (lil/yan)